Langsung ke konten utama

Perpustakaanku Wujuduhu Ka’adamihi

 

Sumber : Pinterest

Oleh : Fathur Rozi

Perpustakaan adalah tempat yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam. Mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya, melalui beragam cara interaksi pengetahuan. Perpustakaan ada disetiap jenjang pendidikan, baik tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, salah satunya adalah Universitas Islam Jember. Salah satu Perguruan Tinggi dengan fasilitas perpustakaan.

Namun sayangnya, saat ini perpustakaan hanya dipandang sebagai formalitas saja, untuk memenuhi fasilitas kampus semata. Mengapa demikian? Hal ini terlihat  dari keberadaannya yang dianggap tidak ada. Seperti halnya ungkapn dalam bahasa Arab yang mengatakan wujuduhu ka’adamihi yang bermakna “Ada-nya sama seperti ketidak beradaannya.”

Pada hakikatnya perpustakaan adalah tempat mahasiswa mencari literasi. Tetapi saat ini yang menjadi problematika ialah koleksi buku perpustakaan yang kurang mumpuni, tanpa adanya pembaharuan. Sehingga banyak mahasiswa yang mengeluhkan, bahwasannya buku mata kuliah  banyak yang tidak disediakan oleh perpustakaan dan koleksi buku sudah tidak menarik lagi untuk dibaca. Hal tersebutlah yang menjadi  salah satu penyebab mahasiswa enggan untuk mengunjungi walaupun hanya sekedar membaca di perpustakaan. Namun, hal tersebut yang kini menjadi sebuah problematika yang dianggap wajar.

Seharusnya pihak kampus lebih memahami kondisi tersebut, yang mana telah disampaikan oleh para mahasiswa melalui petisi yang tidak ada tidak lanjut sampai saat ini. Bahkan petisi yang dulu sempat ditanda-tangani, perlahan mulai dilupakan.

Kini literasi perlahan dikebiri, membuat mahasiswa mulai degradasi. Seharusnya kampus bukanlah ladang kapitalisasi, yang menguntungkan korporasi sedangkan literasi telah dieksekusi mati. Dari hal tersebut perlu dipertanyakan, apakah tidak ada kesadaran dari pihak kampus terhadap hal yang menyangkut  intelektualitas mahasiswa? Sedangkan saat ini, tanpa disadari Universitas mulai gelap aksara.

Masalah ini seharusnya menjadi sebuah evaluasi dalam perkembangan universitas, dengan tujuan membangun intelektualitas mahasiswa lebih baik lagi. Dengan melakukan pembaharuan koleksi buku perpustakaan yang lebih ter-Update Lagi. Dengan begitu mahasiswa dapat menikmati fasilitas kampus dan menyadari akan keberadaan perpustakaan kampus saat ini. 

Komentar

Popular Post

Muatkah Gedung UIJ Menampung Mahasiswa Baru?

  Sumber: Freepik.com Oleh: Fathur Rozi Sekedar informasi   bahwa pada tanggal 26 juli 2021 Universitas Islam Jember (UIJ) mengadakan pendaftaran Calon Mahasiswa Baru (CAMABA) penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah dengan peserta sekitar 386 . Jumlah tersebut tentunya akan semakin lebih banyak lagi karena ada seleksi lagi gelombang kedua pada bulan agustus besok, belum lagi dengan pendaftar mandiri. Sehingga jumlah mahasiswa di kampus hijau ini akan jauh lebih banyak. Namun, jika kita lihat ke belakang saat kuliah tatap muka masih berlangsung, banyak mahasiswa yang kekurangan tempat belajar. Sampai mondar-mandir mencari ruangan, karena tidak memiliki ruang kelas. Terkadang mereka harus pindah ruangan karena ruangan yang ditempati milik mahasiswa prodi lain atau bahkan sebaliknya. Okelah , mungkin saat ini pembelajaran sering dilakukan secara online, atau jarak jauh, sehingga mahasiswa jarang berkunjung ke kampus UIJ sehingga gedungnya nampak sepi. Oleh karena itu,

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Bangun Solidaritas, Fakultas Pertanian Adakan Ospek.

Salah satu mahhasiswa intelektual yang diapresiasi oleh panitia Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dalam membangung solidaritas mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ulum AA Kampus 1 UIJ. (28/9) Ketua panitia ospek Riski Miftahul Ulum menjelaskan bahwa,   alasan diadakannya Ospek adalah untuk membangun solidaritas mahasiswa . Selain itu menurut   dia,   kegiatan tersebut dapat menyambung silaturahmi organisasi yang terdapat di fakultas pertanian. "Untuk mempererat tali  silaturohmi dari  BEM fakultas, HMP, dan juga mahasiswa baru mas" ujarnya. Riski juga menjelaskan, proses ospek tersebut berisi materi tentang pengenalan fakultas, prodi, dan kepemimpinan. Adapun narasumber yang dihadirkan kata dia,   meliputi dekan pertanian, kepala prodi Agroteknologi Pertanian, kepala prodi Agribisnis Pertanian, serta alumni. "Terkait faku

Telah dimulai! Seleksi Gelombang Pertama CAMABA Penerima KIP UIJ secara Daring

  Fokus: Pelaksanaan seleksi camaba penerimaan KIP secara daring berlangsung Fotografer: Zaenab Nur Hafila Mitra _ Seleksi C alon M ahasiswa B aru ( CAMABA ) P enerima K artu I ndonesia P intar (KIP) Universitas Islam Jember (UIJ) telah di mulai . Dalam seleksi pertama ini berlangsung selama dua hari secara daring (dalam jaringan). Senin ( 26/07) Qurtubi selaku Wakil Rektor I mengungkapkan bahwasannya tahap pelaksnaan seleksi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. “…teknis pelaksanaan seleksinya berbeda dengan tahun sebelumnya, karena sekarang murni daring semua sedangkan tahun lalu kita hadirkan mahasiswa…” Ungkapnya. Seleksi pertama ini, mahasiswa yang terdaftar dalam SIM KIP UIJ sebanyak 386 mahasiswa. “Untuk jumlah pendaftar dulu kita lebih dari 480, hari ini pendaftar di SIM KIP - nya kita 386 per hari ini” Jelas Indri salah satu Staf Kemahasiswaan UIJ . Ia memaparkan, jumlah pada gelombang pertama ini belum menentukan perbandingan antara tahun kemar i n dan tahun i