Langsung ke konten utama

Mahasiswa Agribisnis UIJ Raih Juara I Pemuda Pelopor Kabupaten Jember

 

Haru: Rio heri Setiawan raih penghargaan Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Kabupaten Jember di Kantor Dispora Jember, Kamis (27/5). Sumber: Istimewa

MITRA
_Salah satu mahasiswa Universitas Islam Jember (UIJ) sabet juara satu dalam ajang pemilihan Pemuda Pelopor Kabupaten Jember 2021.  Pemilihan ini di laksanakan di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember. Kamis (27/5) kemarin. Adapun lomba tersebut terdiri dari lima kategori lomba. Antara lain bidang pendidikan, agama, social dan budaya,  sumber daya alam, lingkungan dan pariwisata, pangan, dan bidang inovasi teknologi.

Rio Hari Setiawan yang juga mahasiswa Agribisnis UIJ mendapatkan juara pertama dalam bidang Pendidikan. Ia mengalahkan 24 peserta lainnya dalam acara ini. Selain itu, kata dia peserta diikuti oleh para remaja berusia sekitar 16-30 tahun yang berdomisili Jember. Lomba ini diikuti oleh 72 peserta. “Kemudian dipilih tiga pemenang per kategori” ujarnya.

Rio yang juga sebagai guru baru di Pondok Pesantren Nidhomiyah Pakusari  ini tidak menyangka akan meraih juara satu pada lomba tersebut. Ia juga mengungkapkan untuk teman-teman yang lain berkaryalah selagi berkarya itu positif. Ia melanjutkan, jangan menyerah dalam menghadapi tantangan. Ia berpesan, dalam mengikuti lomba haruslah banyak yang disiapkan tekun menjalani sesuatu serta mempersiapkan mental. “Jangan terlalu berharap mendapatkan juara nikmati alurnya jalani prosesnya dan jalankan lillahi taala insyaAllah prestasi akan datang dengan sendirinya,pungkasnya.

Pewarta: Khusniatul Latifah

Editor: Ahmad Shiddiq

Komentar

Popular Post

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Bangun Solidaritas, Fakultas Pertanian Adakan Ospek.

Salah satu mahhasiswa intelektual yang diapresiasi oleh panitia Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dalam membangung solidaritas mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ulum AA Kampus 1 UIJ. (28/9) Ketua panitia ospek Riski Miftahul Ulum menjelaskan bahwa,   alasan diadakannya Ospek adalah untuk membangun solidaritas mahasiswa . Selain itu menurut   dia,   kegiatan tersebut dapat menyambung silaturahmi organisasi yang terdapat di fakultas pertanian. "Untuk mempererat tali  silaturohmi dari  BEM fakultas, HMP, dan juga mahasiswa baru mas" ujarnya. Riski juga menjelaskan, proses ospek tersebut berisi materi tentang pengenalan fakultas, prodi, dan kepemimpinan. Adapun narasumber yang dihadirkan kata dia,   meliputi dekan pertanian, kepala prodi Agroteknologi Pertanian, kepala prodi Agribisnis Pertanian, serta alumni. "Terkait faku

Mutiara Cintaku Berlabuh Dihatimu

Oleh:Arinatul Aniza * penulis saat ini masih duduk di semester I prodi Matematika dan merupakan anggota baru LPM MITRA             Di sebuah kota metropolitan yang terkenal akan kesibukannya. Mentari pagi menaburkan senyuman indahnya memenuhi hamparan cakrawala. Tersebar menghiasi angkasa raya. Celah-celah embun pagi menghiasi setiap sudut kota Bandung. Seorang pemuda yang bernama Tae-woon, memulai langkahnya menuju tumpahan rezeki pagi ini. Tae-woon adalah seorang karyawan di sebuah perkantoran terbesar di kota Bandung. Dia menjabat sebagai sekertaris dan telah bekerja selama dua tahun.Meskipun dia mempunyai profesi yang mapan tapi ada satu hal yang masih belum ia miliki yaitu seorang perempuan yang kelak menjadi penda m ping hidupnya. Pernah ia bercinta dengan seorang dara dari Bekasi , a kan tetapi cinta mereka harus kandas akibat restu yang tak didapatkan keduanya. Dari pengalaman tersebut Tae-woon sangat berhati-hati dalam memberikan butiran cintanya pada wanita lain