Langsung ke konten utama

Bawakan Lagu Islami, PSM UIJ Raih Juara 2

Ceria: Tim PSM The Green Vocalista nyanyikan lagu Allahul Khafi pada lomba paduan suara di UIN Khas, Rabu (10/3). Fotografer: Beby Alfin Naby

Mitra_Paduan Suara Mahasiswa (PSM) The Green Vocalista Universitas Islam Jember (UIJ) berhasil meraih juara kedua dalam ajang perlombaan Vocal Group Competition, yang digelar secara langsung oleh PSM Bahana Nada Nusantara Universitas Islam Negeri KH. Ahmad Shiddiq (UIN Khas) di Gedung Kampus UIN Khas, Rabu (10/3).

PSM The Green Vocalista meraih juara kedua dengan menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” dan “Allahul Khafi”. Menurut penuturan Riski Emilia, ketua umum PSM The Green Vocalista, kedua lagu tersebut merupakan lagu Nasioanal dan lagu bebas yang dipilih oleh peserta lomba.

“Dan itu dapat dikatan sebagai album pertama dari PSM dikarenakan lagu ini belum pernah dinyanyikan sebelumnya” ujar  Emil panggilan akrabnya.

Emil melanjutkan bahwa, pemilihan lagu Allahul Khafi dikarenakan lagu ini melambangkan UIJ yang merupakan kampus islam. Kata dia, UIJ juga merupakan kampus NU (Nahdlatul Ulama) sehingga PSM memilih lagu tersebut.

"Saat ini, lagu sekaligus solawat tersebut sedang ramai dinyanyikan jadi lebih terinspirasi dari sana” ungkapnya.

Lomba yang dimenangkan oleh PSM STIE Widya Gama Lumajang ini dilaksanakan secara langsung di Gedung Teater UIN Khas. Acara ini merupakan salah satu lomba yang diadakan oleh PSM UIN Khas yang bertepatan dengan Diesmaulidiyah mereka. Pemenang langsung diumumkan setelah semua penampilan selesai.

Selain itu, Emil mengungkapkan bahwa, ia tak menduga sama sekali dengan persiapan yang kurang dari dua hari sangat tidak memungkinkan untuk mendapatkan juara kedua. Namun dengan usaha yang maksimal dari PSM The Green Vocalista-lah yang memungkinkan hal itu terjadi.

“Tidak menyangka dengan latihan dua hari dan persiapan yang mendadak sekali, tapi kami dari UKM Paduan suara semaksimal mungkin untuk menampilkan yang terbaik” pungkasnya.

Pewarta: Beby Alfin Naby

Editor: Dwi Devi Khoirotun Nisa

Komentar

Popular Post

Muatkah Gedung UIJ Menampung Mahasiswa Baru?

  Sumber: Freepik.com Oleh: Fathur Rozi Sekedar informasi   bahwa pada tanggal 26 juli 2021 Universitas Islam Jember (UIJ) mengadakan pendaftaran Calon Mahasiswa Baru (CAMABA) penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah dengan peserta sekitar 386 . Jumlah tersebut tentunya akan semakin lebih banyak lagi karena ada seleksi lagi gelombang kedua pada bulan agustus besok, belum lagi dengan pendaftar mandiri. Sehingga jumlah mahasiswa di kampus hijau ini akan jauh lebih banyak. Namun, jika kita lihat ke belakang saat kuliah tatap muka masih berlangsung, banyak mahasiswa yang kekurangan tempat belajar. Sampai mondar-mandir mencari ruangan, karena tidak memiliki ruang kelas. Terkadang mereka harus pindah ruangan karena ruangan yang ditempati milik mahasiswa prodi lain atau bahkan sebaliknya. Okelah , mungkin saat ini pembelajaran sering dilakukan secara online, atau jarak jauh, sehingga mahasiswa jarang berkunjung ke kampus UIJ sehingga gedungnya nampak sepi. Oleh karena itu,

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Bangun Solidaritas, Fakultas Pertanian Adakan Ospek.

Salah satu mahhasiswa intelektual yang diapresiasi oleh panitia Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dalam membangung solidaritas mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ulum AA Kampus 1 UIJ. (28/9) Ketua panitia ospek Riski Miftahul Ulum menjelaskan bahwa,   alasan diadakannya Ospek adalah untuk membangun solidaritas mahasiswa . Selain itu menurut   dia,   kegiatan tersebut dapat menyambung silaturahmi organisasi yang terdapat di fakultas pertanian. "Untuk mempererat tali  silaturohmi dari  BEM fakultas, HMP, dan juga mahasiswa baru mas" ujarnya. Riski juga menjelaskan, proses ospek tersebut berisi materi tentang pengenalan fakultas, prodi, dan kepemimpinan. Adapun narasumber yang dihadirkan kata dia,   meliputi dekan pertanian, kepala prodi Agroteknologi Pertanian, kepala prodi Agribisnis Pertanian, serta alumni. "Terkait faku

Telah dimulai! Seleksi Gelombang Pertama CAMABA Penerima KIP UIJ secara Daring

  Fokus: Pelaksanaan seleksi camaba penerimaan KIP secara daring berlangsung Fotografer: Zaenab Nur Hafila Mitra _ Seleksi C alon M ahasiswa B aru ( CAMABA ) P enerima K artu I ndonesia P intar (KIP) Universitas Islam Jember (UIJ) telah di mulai . Dalam seleksi pertama ini berlangsung selama dua hari secara daring (dalam jaringan). Senin ( 26/07) Qurtubi selaku Wakil Rektor I mengungkapkan bahwasannya tahap pelaksnaan seleksi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. “…teknis pelaksanaan seleksinya berbeda dengan tahun sebelumnya, karena sekarang murni daring semua sedangkan tahun lalu kita hadirkan mahasiswa…” Ungkapnya. Seleksi pertama ini, mahasiswa yang terdaftar dalam SIM KIP UIJ sebanyak 386 mahasiswa. “Untuk jumlah pendaftar dulu kita lebih dari 480, hari ini pendaftar di SIM KIP - nya kita 386 per hari ini” Jelas Indri salah satu Staf Kemahasiswaan UIJ . Ia memaparkan, jumlah pada gelombang pertama ini belum menentukan perbandingan antara tahun kemar i n dan tahun i