Langsung ke konten utama

Waspada, Penjajah Berkedok Tenaga Medis

 

Oleh: Ahmad Shiddiq
Ilustrator: Ij'al

Peringatan hari pahlawan ini sebenarnya bukanlah momentum yang harus kita peringati setiap  satu tahun sekali. Pada dasarnya perjuangan pahlawan kita belum selesai. Jauh sebelum itu, Bung Karno sebagai Founding Fahter bangsa menasehati kita semua bahwa “perjuanganku mudah karena mengusir penjajah,  sementara perjuangan kalian lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”.

Sehingga jika kita tarik dari pernyataan Bung Karno tersebut sebenarnya perjuangan kita sangatlah berat dan lebih komplit. Kita ambil contoh saja ketika pandemi Covid-19 masuk di negara kita. Kemudian pemerintah membuat beberapa kebijakan. Mulai dari Pyshical distancing hingga Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

Akibatnya, semua sektor kebingungan dan saling bermusuhan. khususnya masalah kesehatan dan ekonomi. Apabila  masyarakat dibiarkan berkerumun dan tidak mengikuti protokol kesehatan.maka akan menambah claster baru pasien Covid-19.

Tapi disisi lain roda perekonomian bangsa ini tidak bisa berjalan seperti biasanya. Sebab adanya kebijakan PSBB dan semacamnya. Sehinga banyak sekali perusahaan yang memutuskan untuk memberhentikan karyawannya hingga perusahaan itu gulung tikar.

Selama kurang lebih 10 bulan Covid-19 melanda masyarakat Indonesia, banyak sekali temuan lapangan yang sungguh mengenaskan. Seperti yang sudah masyarakat umum ketahui bahwa, apabila ada pasien yang masuk rumah sakit yang penyakitnya belum tentu Covid, maka pihak rumah sakit dengan santainya memberikan hasil bahwa pasien tersebut positif Covid-19.

Padahal hasil Swabnya belum keluar, apabila pasien tersebut meninggal maka harus dimakamkan dengat tata cara Covid-19. Pada akhirnya, banyak masyarakat khusunya orang desa semakin ketakutan berobat ke rumah sakit.  Masyarakat khawatir dirinya akan di vonis Covid-19 oleh pihak rumah sakit.

Jika hal tersebut memang benar adanya, Sepertinya terdapat oknum  penjajah yang bepakaian dokter dan tenaga medis dengan senjata Covid-19. Pernyataan diatas bisa benar dan juga salah, yang mampu menilainya para pembaca sendiri, yang dapat di tanyakan kepada tetangga setempat yang pernah mengalaminya.

Sebelum penulis akhiri tulisan ini,  penulis tekankan bahwa penjajah dizaman sekarang berbeda dengan penjajah zaman dulu yang harus berperang hingga banyak korban berjatuhan. Tetapi saat ini penjajah mulai berevolusi disetiap lini. Mulai dari tenaga medis yang mengcovidkan pasien yang belum tentu positif covid salah satunya. 


Komentar

  1. Silahkan berkinjung juga ya kak, blog kami menyediakan berbagai Tutorial | Games | Tips n Trik | Teknologi | Berita Hacking | Security l And More

    https://www.cybersinc.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Popular Post

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Pentingnya Menulis Bagi Mahasiswa

  Oleh: Riski Miftahul Ulum Pentingnya menulis dari kalangan mahasiswa bukan hanya diperuntukkan dalam proses penggarapan skripsi. Menulis juga menjadi hal yang harus ditelateni dalam pembuatan makalah, jurnal penelitian, laporan penelitian, proposal kegiatan dan penelitian, dan lain-lain. Hasil karya tulis seorang mahasiswa merupakan wujud dari kreativitas dan pengetahuan mereka, yaitu bagaimana mereka menyajikan tulisan mereka dalam bentuk makalah, skripsi, proposal penelitian, dan lain sebagainya. Karya tulis telah menempati kedudukan yang fenomenal terutama bagi kalangan pelajar. Sebagian besar di antara mereka beranggapan menulis tidak hanya sebatas membuat skripsi, makalah, jurnal penelitian, dan tugas-tugas kuliah lainnya. Apabila menulis hanya dilakukan saat ada tugas kuliah, maka dimungkinkan adanya kesulitan bahkan kesalahan pada saat pembuatan tugas-tugas tersebut. Karena itu perlu adanya pelatihan menulis secara teratur bagi setiap individu yang ingin selalu

Ungkapan Cinta yang Sulit Terucap.

Oleh: Khusniatul Latifah Ibu... Engkau adalah seorang wanita tegar yang pernah aku miliki... Engkau tak pernah mengeluh dikala kesusahan melanda Ibu.... Yang tak seharusnya aku mengungkap rasa sayang dan cinta dihari ini saja... Karena sejatinya ungkapan kasih sayang yang seharusnya setiap hari kulontarkan untukmu... Ibu.... Maaf jika raga ini terlalu jauh darimu Sehingga mengungkap rasa sayang pun aku merasa canggung Tetapi bibir ini takkan pernah lelah mengungkap bahwa diri ini benar-benar menyayangimu Ibu....

Bangun Solidaritas, Fakultas Pertanian Adakan Ospek.

Salah satu mahhasiswa intelektual yang diapresiasi oleh panitia Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dalam membangung solidaritas mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ulum AA Kampus 1 UIJ. (28/9) Ketua panitia ospek Riski Miftahul Ulum menjelaskan bahwa,   alasan diadakannya Ospek adalah untuk membangun solidaritas mahasiswa . Selain itu menurut   dia,   kegiatan tersebut dapat menyambung silaturahmi organisasi yang terdapat di fakultas pertanian. "Untuk mempererat tali  silaturohmi dari  BEM fakultas, HMP, dan juga mahasiswa baru mas" ujarnya. Riski juga menjelaskan, proses ospek tersebut berisi materi tentang pengenalan fakultas, prodi, dan kepemimpinan. Adapun narasumber yang dihadirkan kata dia,   meliputi dekan pertanian, kepala prodi Agroteknologi Pertanian, kepala prodi Agribisnis Pertanian, serta alumni. "Terkait faku