Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Pengendali Pasar Tangguh Tutup Jalan Menuju Pasar Tanjung

Fotografer: Imam Nawawi Siaga:  Pengendali pasar tangguh mengawasi aktifitas Pasar Tanjung, Sabtu (27/6)  Jember. Mitra_ Pengendali pasar tangguh yang terdiri dari Polisi Resort (Polres) Jember, Tentara Negara Indonesia (TNI) beserta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tutup jalan menuju pasar Tanjung untuk   mencegah penyebaran Covid-19. Hal tersebut berlangsung, Sore,Sabtu (27/6). Ketua Perwira pengendali Pasar Tangguh Pasar Tanjung Jember Iptu Subagio mengungkapkan bahwa penutupan tersebut bertujuan untuk menertibkan para pedagang. Sehingga kata dia, mereka dapat menerapkan protokol   kesehatan. "Penutupan ini dibatas dengan parkir sendiri, sering cuci tangan dan memakai masker," Ungkapnya. Menurut Subagio, bagi   pengunjung yang tidak menggunakan masker, dilarang masuk pasar. Kemudian lanjutnya, mereka diharuskan pulang untuk mengambilnya." Kalau sudah menggunakan masker diperbolehkan belanja, namun harus tetap jaga jarak dan menghindari kerumunan," Ujarn

Meski pandemik Covid-19, UIJ tidak mendiskon UKT

Antre: Mahasiswi mengesahkan bukti pembayaran, Rabu (17/6) di kantor keuangan UIJ kampus 1. Fotografi: Imam Nawawi Universitas Islam Jember (UIJ) tidak mendiskon pembayaran Uang Kuliah Tunggal (Tunggal) meski  ekonomi mahasiswa sedang terancam, akibat pandemik Covid-19.. Buktinya, hingga hari ini Raktorat mengaku kalau pemangkasan pambayaran keuangan merupakan wewenang Yayasan, secara halus pimpinan kampus belum bisa memutuskan. Hal tersebut diungkapkan Wakil Rektor (Warek)   II, Rabu (16/6) di depan kantor keuangan UIJ kampus 1.   Warek II UIJ Nanang Tri Budiman mengaku bahwa hingga saat ini belum bisa memberikan diskon pembayaran UKT bagi mahasiswa. Sebab kata dia, hal tersebut wewenang dari pihakk yayasan. "Karena kaitannya dengan keuangan apalagi UKT, itu domainnya yayasan,"ungkapnya kepada reporter Mitra. Menurut Nanang, hal tersebut sempat diusulkan terhadap yayasan. Bahkan kata dia, bersamaan dengan bantuan paket data internet. Namun,lanjutnya, untuk

117 Santri Jember Rapid Test Covid-19 di UIJ

Tertib: Pera peserta bergiliran menjalankan Rapid Tast , Kamis (11/6) di Aula  Miftahul Ulum UIJ Kampus 1 Fotografer: Ahmad Zaini Sebanyak 117 Santri Jember   yang akan kembali ke pondok pesantren (Ponpes) jalani Rapid Test Covid-19 di Universitas Islam Jember (UIJ) . Lantaran   lokasinya dirasa cukup luas dan tidak begitu ramai, sehingga peserta dapat menerapkan protokol kesehatan .Hal tersebut diungkapkan ketua panitia penyelenggara kepada Reporter Mitra, kamis (11/6) di depan Aula Miftahul Ulum UIJ kampus 1.             Ketua panita penyelenggara Rapid Test COVID-19  Muhammad Taufik   mengungkapkan bahwa total santri yang mengikuti tes tersebut berjumlah 117 dengan pendamping 119. Kata dia , mereka semua Mahasiswa jember yang akan berangkat di Ponpes Annuqoyah Guluk-guluk Sumenep.” Semua santri yang ada di Jember untuk periode pertama Tingkat mahasiswa. Untuk periode keduanya tingkat siswa, rencananya akan dilakukan tanggal 4 Juni,” Ungkapnya kepada Reporter Mitra      

Cinta yang Hampa

Sumber gambar : pinterest Inilah hari pertamaku kuliah, aku sangat senang karena mendapat teman dan sahabat baru serta pengalaman yang berbeda. Hari-hariku selalu dihiasi dengan senyuman, sebab senyum adalah hal terindah yang pernah kurasakan. Suatu ketika, kuberjalan menyusuri daerah kampus. Dalam perjalanan, diriku melihat seorang wanita yang rupawan, senyumnya manis tak tertanding i oleh si apapun. Sontak aku pun salah tingkah.Namun masih tak berani mendekati, sebab belum terlalu mengenalnya. Setelah itu diriku mencoba tuk mendekatinya, karena hatiku yakin bahwa ialah sosok wanita yang kucari. Hal pertama yang kulakukan   membuat puisi cinta untuknya. Puisi itu pun selesai kurangkai dengan judul “Pandangan pertama”. Lalu kutitipkan pada sahabatnya yang kebetulan kukenal. Pandangan Pertama Saat melihatmu... kukira rembulan jatuh dari langit Kukira Bidadari terusir dari kayangan Kukira malaikat sebenarnya tak punya sayap Namunku salah mengira kare