Langsung ke konten utama

Staf Bagian Akademik UIJ Bersandal Saat Jam Kerja

Tepergok: Salah satu pegawai UIJ mengenakan sandal, Senin (12/03) dihalaman kampus 1 UIJ.
Fotografer: Imam Nawawi


Mitra_ Staf Bagian Akademik Universitas Islam Jember (UIJ) bersendal  saat  jam kerja . Insiden tersebut terjadi  ketika Reporter Mitra pergoki yang bersangkutan sedang duduk sambil memegang koran di Perpustakaan, Selasa  (10/3) Sore Pukul 14.10  Waktu Indonesia Barat (WIB) Kampus 1.
Salah seorang Staf Bagian Akademik UIJ bernama Fauzi Al Aziz mengatakan kepada Reporter Mitra, bahwa alasan memakai sandal lantaran baru selesai dari kamar mandi. Sehingga kata dia, hal tersebut dilakukan untuk menunggu kering, “Iya baru ke kamar mandi, nunggu kering,” ucapnya dengan singkat.
Fauzi mengaku, tindakan tersebut tidak biasanya dilakukan, hanya saja kebetulan baru dari kamar mandi. Sehingga kata dia, setelah kering kembali mengenakan  sepatu.. “Tapi kalau di masjid pakek sandal lagi, Sholat,” tambahnya.
Selain itu, Fauzi beranggapan bahwa, mengenakan sandal saat jam kerja  diperbolehkan. Namun kata dia, jika hal tersebut sangat mendesak.”Emm kalau mendesak ya, saya rasa, ada kelonggoran,” ujarnya
Namun saat ditanya alasan keberadaanya di perpustakaan, Fauzi enggan berkomentar. Bahkan ,  secara langsung menolak pertanyaan dari Reporter .”Saya berhak kan untuk menolak,” tegasnya dengan menaruh koran ke tempat asal, lalu bergegas menuju ruang kerjanya.
Menanggapi ha tersebut, Kepala Bagian Kepegawaian UIJ Achmad Faisol Agus Ariyanto bahwa,  jika mahasiswa melihat karyawan memakai sandal , kata dia, agar segera dilaporkan . Namun,menurutnya, bila ternyata pegawai tersebut memiliki alasan yang cukup jelas, maka  hal tersebut  bisa terima.”Misalnya, kakinya sakit, setelah wudhu dan lain-lain, Tapi kalau setiap hari pakek sendal, pasti kami tegur,” tambahnya
Faisol juga menuturkan bahwa, teguran bagi pegawai tersebut, di lakukan secara lisan. Kemudian kata dia,  jika mereka masih melanggar,  maka dipanggil secara  bertahap selama tiga kali.”Teguran dengan lisan qoulan makrufa, kemudian pemanggilan ke satu, dua, tiga,  lalu diberikan SP satu dan seterusnya,” tutur Faisol.
Kepala Biro Umum UIJ Nur Basuki, menambahkan, yang dimaksud karyawan bersandal, ketika berada di luar ruang saat jam kerja . Sehingga kata dia, selama pegawai tersebut berada di tempat kerja. menurutnya, belum termasuk bagian dari kesalahan.”Seperti saya, terkadang pakek sepatu, kadang-kadang pakek sandal. Tapi ketika pakek sandal saya disinikan, tapi kalau keluar sandal ditarok, dan memakai sepatu,” tandasnya. (Naw/Beb).

Komentar

Popular Post

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Pentingnya Menulis Bagi Mahasiswa

  Oleh: Riski Miftahul Ulum Pentingnya menulis dari kalangan mahasiswa bukan hanya diperuntukkan dalam proses penggarapan skripsi. Menulis juga menjadi hal yang harus ditelateni dalam pembuatan makalah, jurnal penelitian, laporan penelitian, proposal kegiatan dan penelitian, dan lain-lain. Hasil karya tulis seorang mahasiswa merupakan wujud dari kreativitas dan pengetahuan mereka, yaitu bagaimana mereka menyajikan tulisan mereka dalam bentuk makalah, skripsi, proposal penelitian, dan lain sebagainya. Karya tulis telah menempati kedudukan yang fenomenal terutama bagi kalangan pelajar. Sebagian besar di antara mereka beranggapan menulis tidak hanya sebatas membuat skripsi, makalah, jurnal penelitian, dan tugas-tugas kuliah lainnya. Apabila menulis hanya dilakukan saat ada tugas kuliah, maka dimungkinkan adanya kesulitan bahkan kesalahan pada saat pembuatan tugas-tugas tersebut. Karena itu perlu adanya pelatihan menulis secara teratur bagi setiap individu yang ingin selalu

Ungkapan Cinta yang Sulit Terucap.

Oleh: Khusniatul Latifah Ibu... Engkau adalah seorang wanita tegar yang pernah aku miliki... Engkau tak pernah mengeluh dikala kesusahan melanda Ibu.... Yang tak seharusnya aku mengungkap rasa sayang dan cinta dihari ini saja... Karena sejatinya ungkapan kasih sayang yang seharusnya setiap hari kulontarkan untukmu... Ibu.... Maaf jika raga ini terlalu jauh darimu Sehingga mengungkap rasa sayang pun aku merasa canggung Tetapi bibir ini takkan pernah lelah mengungkap bahwa diri ini benar-benar menyayangimu Ibu....

Bangun Solidaritas, Fakultas Pertanian Adakan Ospek.

Salah satu mahhasiswa intelektual yang diapresiasi oleh panitia Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dalam membangung solidaritas mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ulum AA Kampus 1 UIJ. (28/9) Ketua panitia ospek Riski Miftahul Ulum menjelaskan bahwa,   alasan diadakannya Ospek adalah untuk membangun solidaritas mahasiswa . Selain itu menurut   dia,   kegiatan tersebut dapat menyambung silaturahmi organisasi yang terdapat di fakultas pertanian. "Untuk mempererat tali  silaturohmi dari  BEM fakultas, HMP, dan juga mahasiswa baru mas" ujarnya. Riski juga menjelaskan, proses ospek tersebut berisi materi tentang pengenalan fakultas, prodi, dan kepemimpinan. Adapun narasumber yang dihadirkan kata dia,   meliputi dekan pertanian, kepala prodi Agroteknologi Pertanian, kepala prodi Agribisnis Pertanian, serta alumni. "Terkait faku