Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Pegawai UIJ Terlalu Pro

Ilustrator: Maulana Ij'al Mendengar kata pegawai kantor apa yang ada dibenak kita? Yah, mereka adalah seseorang yang memakai pakaian rapi. Jika secara detailnya seperti bekemeja, berdasi, besepatu, bahkan berjas. Bukan hanya   dari penampilannya saja, juga dari pekerjaanya yang setiap hari datang ke kantor untuk bekerja. Sebagai pegawai yang baik tentunya mereka mematuhi peraturan serta melaksanakan tugas secara profesional. Namun, kenyataannya yang ada di kampus UIJ banyak sekali karyawan kantor masih sering melanggar peraturan yang telah ditetapkan. Seperti memakai sandal saat bekerja. Hal ini akan mempengaruhi para mahasiswa untuk melakukan tindakan yang sama.Karena apa? Pastinya mereka akan berfikir ,bahwa peraturan yang ada di kampus UIJ sudah tidak berlaku, sehingga secara tidak langsuny akan meremehkan kebijakan tersebut. Sebab, sebagai penulis pun akan berfikiran yang sama. Pegawai kampus saja melanggar bagaimana mahasiswanya,.?   Karena sudah pasti, dimana

Persma Bukan Humas Kampus

Ilustrator: Maulana Ij'al Mungkin beberapa orang masih bingung dengan Pers Kampus. Sehingga mereka menganngap Pers Mahasiswa selau mengabarkan jelek-jelekya kampus, padahal sudah didanai kampus. Anggapan tersebut, bukan hanya dari orang biasa, sekeleas akademisi pun terkadang juga beranggapan seperti itu. Dilangsir dari BEM.Thamrinaka.com 2020 Pers kampus ada yang dikelola birokrasi kampus. Ada pula yang dikelola unit kegiatan mahasiswa pers yang dikenal sebagai Lembaga Pers Mahasiswa (LPM). Dalam hal ini, Humas kampus dapat dikatakan bagian Pers yang melakukan kegiatan jurnalistik   tetapi dikelola oleh kampus. Sehingga, dimasukan struktur kepegawaian yang bertugas menginformasikan berita yang bagus-bagus tentang lembaga, secara halus untuk penciraan. Sementara Pers Mahasiswa (Persma) yang juga sama melakukan aktivitas jurnalistik, tetapi dikelola oleh mahasiswa, kemudian menjadi Lembega Pers Mahasiswa (LPM). Tentunya tujuannya sebagai kontrol terhadap kampus, sebagai

Tips Tidak Terlambat Kuliah Pagi

Sumber: isolapos.com Menurut KBBI V, kuliah merupakan pelajaran yang diberikan di perguruan tinggi. Dalam bangku perkuliahan ada yang namanya kontrak kuliah, dimana kotrak kuliah tersebut adalah kesepakatan antara mahasiswa dan dosen untuk memulai perkuliahan. Namun pada umumnya, perkuliahan telah terjadwal waktunya. Termasuk di perguruan tinggi swasta yakni Universitas Islam Jember (UIJ). Di UIJ, rata-rata kuliah awal dimulai pukul 08.00 WIB, namun ada saja mahasiswa yang sering terambat dengan berbagai alasan. Berikut adalah 2 tips yang dapat diterapkan bagi mahasiswa yang sering datang terlambat . 1.       Bangunlah tidur 2 – 3 jam sebelum kelas dimulai Aktivitas mahasiswa yang begitu padat membuat waktu tidur mahasiswa berkurang. Akibatnya, banyak dari mahasiswa yang mengantuk saat jam kuliah bahkan, terlambat kuliah saat kuliah dimulai pukul 08.00 WIB. Ketika ditanya kenapa terlambat oleh kawan-kawannya, jawabannya adalah “bangun kesiangan. Bagi anda yang kesusahan

Mahasiswa UIJ Belum Memperoleh Sertifikasi PKKMB

Heboh:  Mahasiswa UIJ membicarakan sertifikat PKKMB, Kamis (13/03) dihalaman kampus 1 UIJ. Fotografer: Imam Nawawi Mitra _Mahasiswa Universitas Islam Jember (UIJ) mengaku belum memperoleh sertifikat atas kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2019. Hal tersebut diinformasikan melalui   media sosial WhatsApp, Kamis (12/3) kepada Reporter Mitra. Salah seorang Peserta PKKMB UIJ 2019 bernama Yovial Arif Hariyadi Mahasiswa semester dua, Program Study Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIJ mengatakan, bahwa hingga saat ini belum memperoleh sertifikat dari kegiatan tersebut. Bahkan kata dia, beberapa teman lain juga mengalami hal yang sama.”Temen-temen saya ada yang belum dapat juga,” ungkapnya. Yovi mengatakan bahwa   persoalan tersebut sudah   sering   ditanyakan kepada   Senior Pendamping dan   Presiden Mahasiswa UIJ. Namun kata dia, hingga sekarang belum   membuahkan hasil. Sehingga, lanjutnya,   hal tersebut dirasa sangat meng

Staf Bagian Akademik UIJ Bersandal Saat Jam Kerja

Tepergok: Salah satu pegawai UIJ mengenakan sandal, Senin (12/03) dihalaman kampus 1 UIJ. Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Staf Bagian Akademik Universitas Islam Jember (UIJ) bersendal   saat   jam kerja . Insiden tersebut terjadi   ketika Reporter Mitra pergoki yang bersangkutan sedang duduk sambil memegang koran di Perpustakaan, Selasa   (10/3) Sore Pukul 14.10   Waktu Indonesia Barat (WIB) Kampus 1. Salah seorang Staf Bagian Akademik UIJ bernama Fauzi Al Aziz mengatakan kepada Reporter Mitra, bahwa alasan memakai sandal lantaran baru selesai dari kamar mandi. Sehingga kata dia, hal tersebut dilakukan untuk menunggu kering, “Iya baru ke kamar mandi, nunggu kering,” ucapnya dengan singkat. Fauzi mengaku, tindakan tersebut tidak biasanya dilakukan, hanya saja kebetulan baru dari kamar mandi. Sehingga kata dia, setelah kering kembali mengenakan   sepatu.. “Tapi kalau di masjid pakek sandal lagi, Sholat,” tambahnya. Selain itu, Fauzi beranggapan bahwa, mengenakan sandal sa

Kebiasaan Baru Akibat Virus Corona

Sumber: liputan6.com Mungkin pembaca sudah sering mendengar virus baru yang saat ini menjadi trending topik di beberapa media penyiaran Indonesia, yaitu Virus Corona. Bahkan kabarnya, sudah 90 kasus pasien yang telah positif menderita virus yang dijuliki Covid-19 ini.    Hingga hari ini, media-media tidak berhenti mengabarkan perkembangan virus tersebut, khususnya di Indonesia. Selain itu dari sejumah kabar yang beredar, penularan virus ini sangat cepat antar satu hingga dua hari saja. Bukan hanya itu , kabarnya belum ada obat penawar bagi sang penderita untuk bisa sembuh. Sehingga membuat beberapa lembaga pendidikan juga ada yang diliburkan, akibat wabah penyakit baru tersebut. Demi keselamatan diri, sejulah mayarakat berusaha dan berbondong-bondong membeli masker, berharap agar tidak tertular   virus . Namun, hal itu malah dimanfaatkan oleh sejumlah oknum demi meperoleh keuntungan, yakni   malalui penimbunan masker. Selain itu, juga terdapat upaya menghindari sentuhan l

Antara Teman dan Perasaan

Sumber: pinterest Sudah beberapa hari hujan selalu turun, mungkin ini sudah masuk musim hujan. Di bangku paling belakang dengan udara yang sangat dingin aku masih berkutat dengan tugas matematika yang sebenarnya aku tidak memahaminya. Sempat ingin bergabung dengan teman-teman tapi rasa malu ku lebih besar dari keinginanku. “Baiklah sudah waktunya pulang, selamat sore” Pak Dede menutup kelas hari ini yang sangat melelahkan. Setelah berpamitan dengan teman-teman yang entah mereka mendengar atau tidak aku mempercepat langkah ku. Aku menghubungi kaka dan ayahku, namun tidak ada diantara mereka yang bisa menjemput ku. karena bosan menunggu akhirnya kuputuskan untuk berjalan ke depan gerbang meskipun hujan dan tidak tahu siapa yang akan ku tunggu, aku tidak memperdulikannya. Hingga ada seseorang dengan sepeda motornya yang tidak asing berhenti tepat di depanku.   “Ra, tidak pulang?” Irfan menatap ku aneh meskipun bibirnya tersenyum. “Ngapain juga aku berdiri di sini kalau aku

Bisnis Jahat Dibalik Virus Corona

Sumber: Kompas.com              Kita mungkin sering mendengar sebuah pepatah yang mengatakan “Cari kesempatan dalam kesempitan.” bukan, tentunya kata-kata mutiara tersebut sangat tepat untuk fenomena kali ini, soal maraknya Virus Corona.yang menjadi isu global saat ini.             Seperti yang kita ketahui bahwa, maraknya Virus Corona yang kabarnya, berasal dari Cina ini memang terkesan sangat berbahaya dan cepat penyebarannya terhadap orang lain.   Bahkan, penyebab penyakit menular tersebut, hingga kini masih kontroversial, ada yang mengatakan berasal dari hewan kelelawar, ular dan juga kera.             Selain itu,   saat ini opini publik yang kini sedang dibangun, membuat sejumlah masyarakat Internasional, mulai dari pejabat hingga rakyat jelata khawatir dengan adanya Virus tersebut. Akibatnya, akses penerbangan antar negara juga ditutup, khususnya   negara-negara yang memiliki jumlah penderita terbanyak dari Virus Korona tersebut.             Kendati demikian, mengh