Langsung ke konten utama

LPM Mitra UIJ Latih 80 Calon Jurnalis Kampus

Semangat: Peserta PJTD menyimak materi yang disampaikan, Jumat.(1/11)
Fotografer: willy ragil wahyu ananta

Mitra_UKM ( Unit Kegiatan Mahasiswa) Lembaga Pers Mahasiswa(LPM) Mitra (Media Informasi, Transformasi dan Dialektika)  UIJ (Universitas Islam Jember) latih 80 calon jurnalistik kampus. Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia PJTD ( Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar) dan Diesmauliah LPM Mitra ke 11 Tahun yang bertema " Mencetak Jurnalis Muda Pengontrol Kampus Aswaja," yang berlangsung  di Aula Ulum kampus 1 UIJ, Kamis (31/10).
            Ketua Panitia PJTD LPM Mitra Ahmad shiddiq mengungkapkan,bahwa, peserta yang sudah terdaftar  sejumlah 80 Mahasiswa. Kata dia,  peserta tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. "jumlah tersebut meningkat 10%, selain itu, PJTD merupakan  pintu pertama menjadi anggota LPM Mitra" ungkapnya
Selain itu, Sidiq berharap,para peserta dapat menjadi pengontrol kampus, khususnya UIJ.  Menurutnya, semakin banyak para jurnalis kampus,  maka, kehidupan  sebuah perguruan tinggi akan terpantau dengan baik. ‘’ saya yakin dengan pelatihan ini,  bisa merubah kehidupan UIJ  lebih baik lagi kedepannya.’’ tuturnya
Sementara Pimpinan Umum LPM Mitra Imam Nawawi  mengatakan  bahwa, dengan jumlah peserta PJTD mencapai 80 orang, hal tersebut merupakan prestasi dan sebuah kebanggaan yang luar biasa. Kata dia, di kampus mana pun semua organisasi pers jumlah peminatnnya paling sedikit, sehingga, dengan jumlah sebanyak itu, menurutnya, LPM Mitra sudah termasuk UKM  favorit di UIJ. "hal itu merupakan sebuah kebanggaan, "ujarnya.
Menurut  Imam, dalam pelatihan tersebut, peserta akan dapat sertifikat jika sudah mampu mempersembahkan hasil karya jurnalistik. kata dia, yang paling diutamakan LPM Mitra bukan banyaknya anggota, tetapi, lanjutnya,  keberlanjutan produk. "Kami tdak mengutamakan banyak anggota, tetapi continuitas produk,"tambahnya.
Presiden Mahasiswa UIJ Fathur Rohman, juga mengapresiasi atas ketercapaian jumlah peserta yang dimiliki oleh LPM Mitra. Namun, kata dia, saat ini banyak sekali informasi bohong dan mengujar kebencian. Oleh katena itu, menurutnya, sebagai seorang jurnalis harus cermat sebelum menyebarkan informasi."Tidak semua informasi itu baik, tetapi namanya kebaikan harus diinformasikan," tanggapnya
            Pembina LPM Mitra Shodiq Syarif menambahkan seandainnya semua peserta PJTD yang diselenggarakan oleh LPM Mitra tersebut, jika menjadi wartawan semua, maka, Kabupaten Jember akan goncang. Menurut dia, di Radar Jember jumlah hanya lima belas orang, sudah menciduk banyak para pejabat."apalagi jumlahnya sebanyak ini, jember akan horeg," tandasnya. (Naw)

Komentar

Popular Post

Pentingnya Menulis Bagi Mahasiswa

  Oleh: Riski Miftahul Ulum Pentingnya menulis dari kalangan mahasiswa bukan hanya diperuntukkan dalam proses penggarapan skripsi. Menulis juga menjadi hal yang harus ditelateni dalam pembuatan makalah, jurnal penelitian, laporan penelitian, proposal kegiatan dan penelitian, dan lain-lain. Hasil karya tulis seorang mahasiswa merupakan wujud dari kreativitas dan pengetahuan mereka, yaitu bagaimana mereka menyajikan tulisan mereka dalam bentuk makalah, skripsi, proposal penelitian, dan lain sebagainya. Karya tulis telah menempati kedudukan yang fenomenal terutama bagi kalangan pelajar. Sebagian besar di antara mereka beranggapan menulis tidak hanya sebatas membuat skripsi, makalah, jurnal penelitian, dan tugas-tugas kuliah lainnya. Apabila menulis hanya dilakukan saat ada tugas kuliah, maka dimungkinkan adanya kesulitan bahkan kesalahan pada saat pembuatan tugas-tugas tersebut. Karena itu perlu adanya pelatihan menulis secara teratur bagi setiap individu yang ingin selalu

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Ungkapan Cinta yang Sulit Terucap.

Oleh: Khusniatul Latifah Ibu... Engkau adalah seorang wanita tegar yang pernah aku miliki... Engkau tak pernah mengeluh dikala kesusahan melanda Ibu.... Yang tak seharusnya aku mengungkap rasa sayang dan cinta dihari ini saja... Karena sejatinya ungkapan kasih sayang yang seharusnya setiap hari kulontarkan untukmu... Ibu.... Maaf jika raga ini terlalu jauh darimu Sehingga mengungkap rasa sayang pun aku merasa canggung Tetapi bibir ini takkan pernah lelah mengungkap bahwa diri ini benar-benar menyayangimu Ibu....

Karyawan UIJ Tidak Ngantor

 Kepegawaian: Mereka Ijin Usai Divaksin   SEPI: Aktivitas Sivitas Akademik Universitas Islam Jember, Selasa (6/4) Mitra _Usai mengikuti vaksinasi Covid-19 beberapa karyawan Universitas Islam Jember tidak masuk kantor. Seluruh karyawan mengikuti vaksinasi hari Senin (5/4) kemarin di Puskesmas Mangli. Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Kepegawaian, Achmad Faisol membenarkan perihal tidak masuknya beberapa karyawan. Pasalnya, kata dia akibat efek yang ditimbulkan vaksinasi. “Jadi mereka ada yang mengalami efek lelah setelah vaksin,” ujar Achmad Faisol di ruang kerjanya, Selasa (6/4). Akan tetapi memang ada beberapa pegawai kampus yang masuk tanpa ijin langsung kepihaknya. Misal Kepala Bagian Kemahasiswaan masih belum konfirmasi, kata dia. “Kalau Kabag Kemahasiswaaan memang belum ada konfirmasi ke saya,” pungkasnya.(*) Pewarta           : Luki Adrianto Fotografer       : Luki Adrianto Editor              : Beby Alfin Naby