Langsung ke konten utama

Pegawai UIJ Tidak Disiplin






Duduk manis menikmati ketidak disiplinan
Fotografer: Ahmad Shiddiq

Oleh:Ahmad Shiddiq

Tingkat ketidak disiplinan pegawai UIJ semakin hari-semakin buruk. Pasalnya kedisiplinan pada suatu instansi merupakan kunci utama dalam menuju kesuksesan. Nyatanya pegawai yang ada dilingkungan UIJ tidak mencerminkan kedisiplinannya.
Dilingkungan UIJ pada khususnya memberikan peraturan bahwa setiap mahasiswa yang ingin melakukan akademik dan sebagainya haruslah berpakaian rapi bersepatu,baju berkerah. Tapi,kenyataannya orang yang melayani tidak mencerminkan akademisinya seperti,bersandal,datang telat hanya cekclok lalu pergi entah kemana. Pada kasus seperti ini seharusnya kepala Bagian kepegawaian  turun tangan dan tidak tinggal diam karena  dialah yang telah melolosakan pegawai yang tidak mencerminkan akademisinya ke UIJ.
Apakah Kabag kepegawaian memiliki kedekatan emosional sehingga meloloskan pegawai-pegawai yang tidak sesuai kriteria atau memang murni dari hasil interview? Kepala kepegawaian harus sering mengontrol para pegawai yang ada di UIJ,bukan hanya duduk manis diruang kerjanya tanpa memikirkan kemajuan UIJ kedepannya. Bagaimana UIJ mau bersaing dengan kampus lain,sedangkan para pegawainnya tidak ada yang disiplin dan amburadul.
Sebaiknya seluruh civitas kampus UIJ wajib merombak budaya ketidak disiplinan dalam diri masing-masing,seperti tidak memakai sandal,melakukan aktifitas sesuai dengan tupoksinya,tidak keluyuran kemana-mana,dan sebagainya. Sehingga menciptakan kesetabilan dalam UIJ. Mahsiswa ingin menunggu aksi nyata dari kepala kepegawaian yang selama ini duduk manis dan acuh tak acuh dalam masalah ketidak disiplinan yang ada di UIJ.



Komentar

Posting Komentar

Popular Post

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Pentingnya Menulis Bagi Mahasiswa

  Oleh: Riski Miftahul Ulum Pentingnya menulis dari kalangan mahasiswa bukan hanya diperuntukkan dalam proses penggarapan skripsi. Menulis juga menjadi hal yang harus ditelateni dalam pembuatan makalah, jurnal penelitian, laporan penelitian, proposal kegiatan dan penelitian, dan lain-lain. Hasil karya tulis seorang mahasiswa merupakan wujud dari kreativitas dan pengetahuan mereka, yaitu bagaimana mereka menyajikan tulisan mereka dalam bentuk makalah, skripsi, proposal penelitian, dan lain sebagainya. Karya tulis telah menempati kedudukan yang fenomenal terutama bagi kalangan pelajar. Sebagian besar di antara mereka beranggapan menulis tidak hanya sebatas membuat skripsi, makalah, jurnal penelitian, dan tugas-tugas kuliah lainnya. Apabila menulis hanya dilakukan saat ada tugas kuliah, maka dimungkinkan adanya kesulitan bahkan kesalahan pada saat pembuatan tugas-tugas tersebut. Karena itu perlu adanya pelatihan menulis secara teratur bagi setiap individu yang ingin selalu

Ungkapan Cinta yang Sulit Terucap.

Oleh: Khusniatul Latifah Ibu... Engkau adalah seorang wanita tegar yang pernah aku miliki... Engkau tak pernah mengeluh dikala kesusahan melanda Ibu.... Yang tak seharusnya aku mengungkap rasa sayang dan cinta dihari ini saja... Karena sejatinya ungkapan kasih sayang yang seharusnya setiap hari kulontarkan untukmu... Ibu.... Maaf jika raga ini terlalu jauh darimu Sehingga mengungkap rasa sayang pun aku merasa canggung Tetapi bibir ini takkan pernah lelah mengungkap bahwa diri ini benar-benar menyayangimu Ibu....

Bangun Solidaritas, Fakultas Pertanian Adakan Ospek.

Salah satu mahhasiswa intelektual yang diapresiasi oleh panitia Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dalam membangung solidaritas mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ulum AA Kampus 1 UIJ. (28/9) Ketua panitia ospek Riski Miftahul Ulum menjelaskan bahwa,   alasan diadakannya Ospek adalah untuk membangun solidaritas mahasiswa . Selain itu menurut   dia,   kegiatan tersebut dapat menyambung silaturahmi organisasi yang terdapat di fakultas pertanian. "Untuk mempererat tali  silaturohmi dari  BEM fakultas, HMP, dan juga mahasiswa baru mas" ujarnya. Riski juga menjelaskan, proses ospek tersebut berisi materi tentang pengenalan fakultas, prodi, dan kepemimpinan. Adapun narasumber yang dihadirkan kata dia,   meliputi dekan pertanian, kepala prodi Agroteknologi Pertanian, kepala prodi Agribisnis Pertanian, serta alumni. "Terkait faku