Langsung ke konten utama

Tips Bertamu ke Rumah Orang yang Tidak Kita Kenal


Oleh: Beby Alfin Naby
Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran memang merupakan salah satu momen/peristiwa yang dinanti-nantikan oleh banyak orang, baik yg merayakannya ataupun yang tidak demi ikut serta dalam kegembiraan Hari Kemenangan.
Yang menjadi ciri khas pada Hari Raya Idul Fitri adalah silahturahmi dan  kita saling bermaaf-maafan atas segala kesalahan di masa lalu. Terkadang kita diajak bersilaturahmi kerumah saudara jauh atau orang yang tidak kita kenal. Lalu bagaimana cara kita menyesuaikan diri? Simak tips dibawah ini.

1.      Pakailah pakaian terbaikmu
Pakaian tidak harus baru, cukup yang bersih, rapi, wangi dan membuat orang yang melihat kita senang dengan apa yang kita pakai.
2.      Ucapkanlah salam
Saat mengucapkan salam, ucapkan dengan suar yang tidak terlalu pelan juga tidak lantang, sewajarnya saja agar tidak mengganggu orang lain.
3.      Bermaafan dengan orang yang ditemui
Ketika mengucapkan maaf, gunakan bahasa yang sama-sama dipahami atau umum digunakan. Jangan sampai apa yang kita ucapkan membingungkan orang yang mendengar nya. Ucapkan sesimpel mungkin dan tidak perlu bertele-tele.
4.      Duduk
Duduklah bila dipersilahkan, jangan langsung masuk begitu saja lalu duduk seenaknya.Duduk dengan sopan dan jangan terlalu tegang.
5.      Berbincang
Saat berbincang mungkin kita akan menjadi orang ketiga diantara orang tua kita dan tuan rumah. Namun kita juga bisa memulai percakapan dengan tuan rumah. Carilah topik yang umum di bicarakan. Misal anak dari tuan rumah atau saudara yang belum datang. Saat berbincang ingatlah untuk meletakkan HP, jangan sampai menganggu pembicaraan.
6.      Menyantap hidangan yang telah disediakan
Setiap rumah biasanya menyiapkan berbagai macam kue kering yang dihidangkan diatas meja. Dan tak lupa menyuguhkan minunan dingin atau hangat.Untuk rumah yang menyediakan makanan berat sebagai suguhannya, kita sebagai tamu tidak baik bila menolak tawaran tersebut. Jangan makan terlalu banyak walaupun ingin lagi, karena biasanya dalam sehari tidak hanya satu rumah yang kita kunjungi. Makan secukupnya saja. Begitu pula dengan kue keringnya, jangan sampai dipangku apalagi dihabiskan.
7.      Berpamitan
Pamitlah secara perlahan dan tidak tiba-tiba langsung pulang. Bila ditahan untuk tidak pergi, gunakan alasan sewajarnya dan meyakinkan. Misal “masih banyak rumah yang perlu dikunjungi “.

Semoga bermanfaat kawan-kawan

Komentar

Posting Komentar

Popular Post

Muatkah Gedung UIJ Menampung Mahasiswa Baru?

  Sumber: Freepik.com Oleh: Fathur Rozi Sekedar informasi   bahwa pada tanggal 26 juli 2021 Universitas Islam Jember (UIJ) mengadakan pendaftaran Calon Mahasiswa Baru (CAMABA) penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah dengan peserta sekitar 386 . Jumlah tersebut tentunya akan semakin lebih banyak lagi karena ada seleksi lagi gelombang kedua pada bulan agustus besok, belum lagi dengan pendaftar mandiri. Sehingga jumlah mahasiswa di kampus hijau ini akan jauh lebih banyak. Namun, jika kita lihat ke belakang saat kuliah tatap muka masih berlangsung, banyak mahasiswa yang kekurangan tempat belajar. Sampai mondar-mandir mencari ruangan, karena tidak memiliki ruang kelas. Terkadang mereka harus pindah ruangan karena ruangan yang ditempati milik mahasiswa prodi lain atau bahkan sebaliknya. Okelah , mungkin saat ini pembelajaran sering dilakukan secara online, atau jarak jauh, sehingga mahasiswa jarang berkunjung ke kampus UIJ sehingga gedungnya nampak sepi. Oleh karena itu,

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Bangun Solidaritas, Fakultas Pertanian Adakan Ospek.

Salah satu mahhasiswa intelektual yang diapresiasi oleh panitia Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dalam membangung solidaritas mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ulum AA Kampus 1 UIJ. (28/9) Ketua panitia ospek Riski Miftahul Ulum menjelaskan bahwa,   alasan diadakannya Ospek adalah untuk membangun solidaritas mahasiswa . Selain itu menurut   dia,   kegiatan tersebut dapat menyambung silaturahmi organisasi yang terdapat di fakultas pertanian. "Untuk mempererat tali  silaturohmi dari  BEM fakultas, HMP, dan juga mahasiswa baru mas" ujarnya. Riski juga menjelaskan, proses ospek tersebut berisi materi tentang pengenalan fakultas, prodi, dan kepemimpinan. Adapun narasumber yang dihadirkan kata dia,   meliputi dekan pertanian, kepala prodi Agroteknologi Pertanian, kepala prodi Agribisnis Pertanian, serta alumni. "Terkait faku

Telah dimulai! Seleksi Gelombang Pertama CAMABA Penerima KIP UIJ secara Daring

  Fokus: Pelaksanaan seleksi camaba penerimaan KIP secara daring berlangsung Fotografer: Zaenab Nur Hafila Mitra _ Seleksi C alon M ahasiswa B aru ( CAMABA ) P enerima K artu I ndonesia P intar (KIP) Universitas Islam Jember (UIJ) telah di mulai . Dalam seleksi pertama ini berlangsung selama dua hari secara daring (dalam jaringan). Senin ( 26/07) Qurtubi selaku Wakil Rektor I mengungkapkan bahwasannya tahap pelaksnaan seleksi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. “…teknis pelaksanaan seleksinya berbeda dengan tahun sebelumnya, karena sekarang murni daring semua sedangkan tahun lalu kita hadirkan mahasiswa…” Ungkapnya. Seleksi pertama ini, mahasiswa yang terdaftar dalam SIM KIP UIJ sebanyak 386 mahasiswa. “Untuk jumlah pendaftar dulu kita lebih dari 480, hari ini pendaftar di SIM KIP - nya kita 386 per hari ini” Jelas Indri salah satu Staf Kemahasiswaan UIJ . Ia memaparkan, jumlah pada gelombang pertama ini belum menentukan perbandingan antara tahun kemar i n dan tahun i