Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Ganti rektor atau dua periode?

Oleh : Imam Nawawi   17 April merupakan final dari adu hastag “ganti presiden” atau “dua periode”. Kini di Universitas Islam Jember juga sama, antara ganti rektor atau 2 periode. Mengingat 8 Mei 2019 adalah pendaftaran calon rektor untuk pemilihan rektor baru yang akan datang. Harapannya pembaruan rektor ini dapat memberi perubahan terhadap UIJ untuk menjadi kampus unggulan dan lebih baik kedepannya. Sejauh ini di bawah pimpinan Bapak Abdul Hadi, kampus UIJ sudah mengalami beberapa perubahan mulai dari penambahan prodi baru, menjadikan Bina Husada sebagai bagian dari kampus UIJ, serta dengan adanya kampus dua. Di samping itu, UIJ mendapatkan penghargaan menjadi nomer satu dari Kopertais sebagai kampus islam swasta yang berhasil dalam membangun sumberdaya manusia Se-Jawa Timur 2019. Dengan demikian, penghargaan itu akan membuat gerogi para calon rektor yang baru untuk maju dalam pemilihan nanti. Karena akan banyak pekerjaan untuk memajukan UIJ kedepannya. Pasalnya mel

Pantaskah Anak Seorang Pemulung Di Pamerkan Saat Wisuda

oleh: Imam Nawawi Pada tanggal 2 Mei Universitas Islam Jember menggelar rapat terbuka senat terbuka dalam sebuah acara wisuda ke 22 di hoter new sari utama. Dalam acara tersebut menampilkan sosok seorang pemulung sekaligus ayah dari wisudawan bernama Sugeng Hadi Wijaya dengan diiringi lagu serta puisi yang membuat semua hadirin terharu dan sebagian ada yang menangis. Mungkin dapat pembaca lihat di youtube di mana salah satu petugas yang menggandeng mengatakan "Universitas Islam Jember berati bukan untuk mereka yang berduit tapi juga seorang pemulung sekalipun bisa menjadi sarjana" kurang lebihnya seperti itulah. Dari sudut pandang saya hal tersebut mungkin untuk memotivasi para hadirin bahwa ekonomi bukan penghambat bagi seseorang untuk menjadi seorang sarjana. Di samping itu juga bagian dari pencitraan kampus bahwasannya Universitas Islam Jember bisa menjadi solusi  bagi orang- orang  tidak mampu, agar tetap bisa kuliah sampai menjadi sarjana. Namun jika kita lihat

Kesedihan di Balik Momen Bahagia

oleh: Imam Nawawi Melihat momen wisuda para senior Universitas Islam Jember pada tanggal 2 Mei 2019 cukup membahagiakan, karena keinginan yang mereka cita-citakan untuk menjadi seorang sarjana sudah tinggal selangkah lagi. Gelar sarjana merupakan impian dari semua mahasiswa. Yha mungkin sebagian mahasiswa menjadikan sarjana sebagai ajang untuk gagah-gahahan, cari gebetan atau yang lain. Momen wisuda kemarin, merupakan momen dimana senior yang sering berinteraksi dengan saya seperti kak Dodi, kak Sugeng, kak Yudi, kak Mumu dan semua crew Mitra angkatan 2014 diwisuda. Disinilah saya merasa sangat bangga dan bahagia. Namun dibalik semua itu, saya merasa sedih karena mereka harus pergi dan tidak kumpul lagi seperti biasa,  bercanda, bernyanyi, berdebat, menulis bersama, dan lain sebagainya. Mungkin sulit  untuk terulang kembali, karena mereka sudah lulus dan harus menjalani proses belajar yang sesungguhnya. Sayang seribu sayang banyak ilmu yang belum bisa didapatkan dari mereka, 

Graduation

Oleh: Nova Wardhani Pada tanggal 02 -05- 2019 Universitas Islam Jember melaksanakan wisuda ke XXII di Gedung New Sari Utama. Sebanyak  227 mahasiswa tentu sangat berbahagia, karena ini adalah momen yang sangat ditunggu oleh para wisudawan. Sebelum kita lebih jauh membahas tentang pelaksanaan wisuda atau Graduation  yang dilaksanakan UIJ. Menurut wikipedia, Wisuda adalah suatu proses pelantikan kelulusan mahasiswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu universitas. Biasanya prosesi wisuda diawali dengan prosesi masuknya rektor dan para pembantu rektor dengan dekan-dekannya guna mewisuda para calon wisudawan. (Wikipedia .com)  Nah! sebenarnya acara wisuda di UIJ tidak ada perbedaan yang mencolok dengan yang  lain. Namun ada hal yang mencerminkan budaya Ahlusunah Wal Jama’ah seperti solawat yang dibawakan oleh orkema Gaswat (Gema Solawat), hal ini memperkuat rasa cinta kepada Rosululah SAW. Sebagai suri tauladhan, Para pendidik dan para petinggi UIJ mengharapkan bahwa p

Wisuda XXII 2019, UIJ Hadirkan Kopertais

Mitra_ Universitas Islam Jember (UIJ), 2 Mei 2019 menggelar rapat terbuka senat Wisuda ke 22 bagi mahasiswa sarjana Strata-1 di gedung New Sari Utama, Jember. Pelaksanaan ini dihadiri oleh sekretaris kopertais wilayah 4 dan ketua Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama(YPNU) Jember serta senat UIJ. Abduloh Yunus Abu Bakar selaku sekertaris Kopertais kordinatoor wilayah 4 menyampaikan mengenai langkah selanjutnya dari para wisuda. ketika sudah menjadi sarjana. Ia juga menjelaskan bahwa biaya bukan alasan untuk tidak melanjutkan studi.“Dilanjutkan studi-studi lain, studi lanjut. Banyak sekali beasiswa, pemprov sekarang telah mengeluarka beasiswa untuk S2 sebanyak 17 pasca sarjana.” Ujarnya dalam sambutan wisuda UIJ  ke-22, Kamis (02/05). Ia juga menyampaikan bahwasannya tantangan yang akan dihadapi saat ini, dimana dunia mepunyai tingkat informasi yang luar biasa ada yang disebut globalisasi dan saat ini dikenal revolusi Industri 4.0. Dalam sambutanya, Rektor UIJ, Abdul Hadi  mer

Kebangkitan Kaum Buruh

  Oleh: Imam Nawawi Hari buruh Internasional merupakan hari yang di peringati setiap tanggal 1 Mei di beberapa negara yang ada di dunia. Hal ini di lakukan sebagai bentuk persatuan kaum buruh dalam menyampaikan aspirasi dan Unek-uneknya. Karl Marx menamakan kaum buruh ini adalah kaum proletar. Mengingat pada abad ke 18 dan 19 kaum buruh di eropa mengalami nasib pahit karena perlakuan yang tidak manusiawi dari majikannya. Karl Marx menamakan perlakuan tersebut sebagai "penghisapan manusia oleh manusia", yaitu kelas yang tidak di ikut sertakan dalam kehidupan masyarakat, marak disingkirkan dari sistem sosial yang berlaku.(Taleka zn, 93). Oleh karna itu diharapkan orang-orang   borjuis tidak bersikap cari untung dan enak saja, tetapi lebih menghargai dan memberikan hak-hak kaum buruh agar terjadi keseimbangan ekonomi yang baik. Hal ini juga sudah di atur di dalam UUD 1945 pasal 28D ayat "setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yan