Langsung ke konten utama

Cetak Sejarah Baru, LPM Mitra Adakan PJTL

FOKUS: Para peserta Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut  fokus memperhatikan materi yang disampaikan Muhammad Muslim dalam forum. Pelatihan di Aula Ulum AA UIJ pada Hari Sabtu (6/4/2019)

Mitra_ Departemen PSDM (Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa) LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Mitra UIJ (Universitas Islam Jember ) mengadakan PJTL (Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut), Sabtu (6/4). Kegiatan ini berlangsung di Aula Ulum AA UIJ yang diikuti oleh beberapa anggota Mitra dan peserta dari LPM se-Jember.
Agenda ini merupakan  proker (program kerja) dari Departemen PSDM, sebagaimana untuk menindak lanjuti dari pelatihan jurnalistik tingkat dasar (PJTD). “Sebenarnya agenda ini adalah prokernya departemen PSDM yang mana tindak lanjut bagi kader yang telah mengikuti PJTD,  tentunya untuk menambah wawasan dan menggali potensi  kader Mitra, apalagi mengingat pentingnya kita harus beradaptasi untuk menyambut revolus i Industri 5.0”  jelas As’ad, Pimpinan Umum LPM Mitra,Sabtu (6/4).
Pelatihan ini diisi dengan tiga materi yakni Materi Jurnalis Investigasi yang dibawakan oleh Mahrus Solih yang merupakan redaktur online Radar Jember. Selanjtnya Materi Analisis Wacana Media oleh Muhammad Muslim,  Wartawan Surabaya Post (2004-2008) dan sekarang  menduduki kepala penyelenggara syariah  Kementrian  Agama Jember. Terakhir diisi dengan Materi Features oleh Sodiq syarief  yang  merupakan wakil rektor III Universitas Islam Jember sekaligus Direktur Radar Jember.
Mahrus Sholih,  sebagai pemateri jurnalis investigasi  mengatakan seharusnya kegiatan PJTL ini ada materi  rubrikasi, karena sangat diperlukan untuk membekali para kader  LPM Mitra dalam mengelola media.
“Sudah bagus mitra mengadakan PJTL, dulu waktu Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar kita dilatih menulis yang baik. Sedangkan untuk Pelatihan Jurnlaistik Tingat Lanjut ini bagaimana kita mengelola media, saya rasa perlu adanya materi rubrikasi.” Ujarnya kepada reporter LPM Mitra, Sabtu (6/4).
Usai kegiatan, Ika Novitasari  peserta PJTL dari LPM Tinta Banyuwangi menyampaikan, Ia merasa senang dan puas dalam menerima ilmu pelatihan. Karena menururtnya kegiatan ini mengupayakan untuk mencerdasakan para generasi milenial dengan pemateri yang berkualitas. “Pematerinya sangat berkualitas, ini pengalaman pertama saya, apalagi di LPM Tinta sendiri belum pernah mengadakan PJTL. Acara ini bisa menjadi acuan untuk LPM kami.” Ujar ika.[](M/BAN/Uun)

Komentar

Popular Post

Muatkah Gedung UIJ Menampung Mahasiswa Baru?

  Sumber: Freepik.com Oleh: Fathur Rozi Sekedar informasi   bahwa pada tanggal 26 juli 2021 Universitas Islam Jember (UIJ) mengadakan pendaftaran Calon Mahasiswa Baru (CAMABA) penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah dengan peserta sekitar 386 . Jumlah tersebut tentunya akan semakin lebih banyak lagi karena ada seleksi lagi gelombang kedua pada bulan agustus besok, belum lagi dengan pendaftar mandiri. Sehingga jumlah mahasiswa di kampus hijau ini akan jauh lebih banyak. Namun, jika kita lihat ke belakang saat kuliah tatap muka masih berlangsung, banyak mahasiswa yang kekurangan tempat belajar. Sampai mondar-mandir mencari ruangan, karena tidak memiliki ruang kelas. Terkadang mereka harus pindah ruangan karena ruangan yang ditempati milik mahasiswa prodi lain atau bahkan sebaliknya. Okelah , mungkin saat ini pembelajaran sering dilakukan secara online, atau jarak jauh, sehingga mahasiswa jarang berkunjung ke kampus UIJ sehingga gedungnya nampak sepi. Oleh karena itu,

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Bangun Solidaritas, Fakultas Pertanian Adakan Ospek.

Salah satu mahhasiswa intelektual yang diapresiasi oleh panitia Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dalam membangung solidaritas mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ulum AA Kampus 1 UIJ. (28/9) Ketua panitia ospek Riski Miftahul Ulum menjelaskan bahwa,   alasan diadakannya Ospek adalah untuk membangun solidaritas mahasiswa . Selain itu menurut   dia,   kegiatan tersebut dapat menyambung silaturahmi organisasi yang terdapat di fakultas pertanian. "Untuk mempererat tali  silaturohmi dari  BEM fakultas, HMP, dan juga mahasiswa baru mas" ujarnya. Riski juga menjelaskan, proses ospek tersebut berisi materi tentang pengenalan fakultas, prodi, dan kepemimpinan. Adapun narasumber yang dihadirkan kata dia,   meliputi dekan pertanian, kepala prodi Agroteknologi Pertanian, kepala prodi Agribisnis Pertanian, serta alumni. "Terkait faku

Telah dimulai! Seleksi Gelombang Pertama CAMABA Penerima KIP UIJ secara Daring

  Fokus: Pelaksanaan seleksi camaba penerimaan KIP secara daring berlangsung Fotografer: Zaenab Nur Hafila Mitra _ Seleksi C alon M ahasiswa B aru ( CAMABA ) P enerima K artu I ndonesia P intar (KIP) Universitas Islam Jember (UIJ) telah di mulai . Dalam seleksi pertama ini berlangsung selama dua hari secara daring (dalam jaringan). Senin ( 26/07) Qurtubi selaku Wakil Rektor I mengungkapkan bahwasannya tahap pelaksnaan seleksi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. “…teknis pelaksanaan seleksinya berbeda dengan tahun sebelumnya, karena sekarang murni daring semua sedangkan tahun lalu kita hadirkan mahasiswa…” Ungkapnya. Seleksi pertama ini, mahasiswa yang terdaftar dalam SIM KIP UIJ sebanyak 386 mahasiswa. “Untuk jumlah pendaftar dulu kita lebih dari 480, hari ini pendaftar di SIM KIP - nya kita 386 per hari ini” Jelas Indri salah satu Staf Kemahasiswaan UIJ . Ia memaparkan, jumlah pada gelombang pertama ini belum menentukan perbandingan antara tahun kemar i n dan tahun i