Langsung ke konten utama

Liburan Tanpa Beban dan Kotoran


Oleh : Beby Alfin Naby
*Penulis saat ini masih duduk di semester I  prodi Agribisbis dan merupakan anggota aktif LPM Mitra
Liburan merupakan waktu yang sangat dinantikan oleh semua kalangan. Terutama saya sebagai mahasiswa yg disibukkan dengan kegiatan dan tugas kuliah. Liburan yang diinginkan tentunya selain menyenangkan juga bermanfaat.
Kemarin tanggal 15-17 Februari 2019, LPM Mitra mengadakan kelas fotografi yang dilaksanakan di dua tempat. Hari pertama dilaksanakan di Aula Ulum AA Universitas Islam Jember untuk menerima materi. Pada hari kedua dan selanjutnya dilaksanakan di RPH Situbondo untuk praktek sekaligus happy camp.
Sayangnya saya sedikit kecewa dengan pemilihan tempat untuk happy camp, karena tidak jadi di Ranu Pani. Tetapi saya sangat memaklumi karena jarak tempuh yang cukup jauh dan medan yang dilalui dapat dikatakan berbahaya. Kekecewaan saya dipatahkan oleh lokasi yang telah dipilih. Bermalam di kelilingi pohon yang asri serta kera yang melompat kesana kemari, walaupun  lokasinya bersebelahan dengan jalan raya dan tidak terlihatnya lautan.
Saya sempat bertanya kepada pengunjung tentang tanggapan beliau mengenai tempat wisata pasir putih. Dan responnya pun sangat senang. Tempat yang bersih, pemandangan yang indah serta pelayanan yang ramah sebanding dengan harga yang ditawarkan.
Sementara itu di tenda tempat saya bermalam, kawan-kawan kurang memperhatikan kebersihan. Sampah yang ditumpuk berserakan mengundang kera untuk menghapiri. Di kamar mandi pun demikian, sempat dihimbau jangan sampai membuang sampah di kamar mandi, tetapi tidak ada yg menghiraukan. Seharusnya kita sebagai mahasiswa sadar betul akan kebersihan yang harus kita jaga. Di sana bukan wilayah kita, di sana kita sebagai tamu yang seharusnya berperilaku sebaik mungkin. Walaupun pada akhirnya, kami mebersihkan kembali sampah sampag yang kami buang ke tempat semestinya. Mudah-mudahan saja saat kami meninggalkan tempat tersebut tidak merugikan pengelola di RPH.


Komentar

Popular Post

Muatkah Gedung UIJ Menampung Mahasiswa Baru?

  Sumber: Freepik.com Oleh: Fathur Rozi Sekedar informasi   bahwa pada tanggal 26 juli 2021 Universitas Islam Jember (UIJ) mengadakan pendaftaran Calon Mahasiswa Baru (CAMABA) penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah dengan peserta sekitar 386 . Jumlah tersebut tentunya akan semakin lebih banyak lagi karena ada seleksi lagi gelombang kedua pada bulan agustus besok, belum lagi dengan pendaftar mandiri. Sehingga jumlah mahasiswa di kampus hijau ini akan jauh lebih banyak. Namun, jika kita lihat ke belakang saat kuliah tatap muka masih berlangsung, banyak mahasiswa yang kekurangan tempat belajar. Sampai mondar-mandir mencari ruangan, karena tidak memiliki ruang kelas. Terkadang mereka harus pindah ruangan karena ruangan yang ditempati milik mahasiswa prodi lain atau bahkan sebaliknya. Okelah , mungkin saat ini pembelajaran sering dilakukan secara online, atau jarak jauh, sehingga mahasiswa jarang berkunjung ke kampus UIJ sehingga gedungnya nampak sepi. Oleh karena itu,

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Bangun Solidaritas, Fakultas Pertanian Adakan Ospek.

Salah satu mahhasiswa intelektual yang diapresiasi oleh panitia Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dalam membangung solidaritas mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ulum AA Kampus 1 UIJ. (28/9) Ketua panitia ospek Riski Miftahul Ulum menjelaskan bahwa,   alasan diadakannya Ospek adalah untuk membangun solidaritas mahasiswa . Selain itu menurut   dia,   kegiatan tersebut dapat menyambung silaturahmi organisasi yang terdapat di fakultas pertanian. "Untuk mempererat tali  silaturohmi dari  BEM fakultas, HMP, dan juga mahasiswa baru mas" ujarnya. Riski juga menjelaskan, proses ospek tersebut berisi materi tentang pengenalan fakultas, prodi, dan kepemimpinan. Adapun narasumber yang dihadirkan kata dia,   meliputi dekan pertanian, kepala prodi Agroteknologi Pertanian, kepala prodi Agribisnis Pertanian, serta alumni. "Terkait faku

Telah dimulai! Seleksi Gelombang Pertama CAMABA Penerima KIP UIJ secara Daring

  Fokus: Pelaksanaan seleksi camaba penerimaan KIP secara daring berlangsung Fotografer: Zaenab Nur Hafila Mitra _ Seleksi C alon M ahasiswa B aru ( CAMABA ) P enerima K artu I ndonesia P intar (KIP) Universitas Islam Jember (UIJ) telah di mulai . Dalam seleksi pertama ini berlangsung selama dua hari secara daring (dalam jaringan). Senin ( 26/07) Qurtubi selaku Wakil Rektor I mengungkapkan bahwasannya tahap pelaksnaan seleksi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. “…teknis pelaksanaan seleksinya berbeda dengan tahun sebelumnya, karena sekarang murni daring semua sedangkan tahun lalu kita hadirkan mahasiswa…” Ungkapnya. Seleksi pertama ini, mahasiswa yang terdaftar dalam SIM KIP UIJ sebanyak 386 mahasiswa. “Untuk jumlah pendaftar dulu kita lebih dari 480, hari ini pendaftar di SIM KIP - nya kita 386 per hari ini” Jelas Indri salah satu Staf Kemahasiswaan UIJ . Ia memaparkan, jumlah pada gelombang pertama ini belum menentukan perbandingan antara tahun kemar i n dan tahun i