Langsung ke konten utama

DPM, Kemahasiswaan dan Warek I, Apakah Formalitas Saja?

Oleh: Riksa Diah Safitri


Photografi: Sugeng Hadi Wijaya

DPM (Dewan perwakilan mahasisswa) Universitas Islam Jember (UIJ) merupakan lembaga tinggi dalam ikatan mahasiswa yang memiliki kekuasaan legislatif. Fungsi DPM adalah mengontrol dan mengawasi kebijakan yang telah dibentuk oleh BEM. Maka dari itu wakil mahasiswa dituntut untuk dapat sensisitif dalam mendengarkan keluhan mahasiswa, serta aktif dalam menuangkan pemikiran untuk menyusun suatu kebijakan yang akan di berlakukan dalam lingkungan mahasiswa.
Namun pada praktiknya, proker dan kerja nyata DPM seperti berada diantara ada dan tiada. Bahkan, sebagian mahasiswa belum mengetahui tentang DPM. Hal ini jelas menyimpang dari tugas dan wewenang DPM yang sebenarnya. DPM seolah-olah tidur panjang dari berbagai keluhan yang ingin disampaikan oleh mahasiswa. Jika hal demikian terus dibiarkan maka pembentukan DPM hanyalah sebuah formalitas belaka yang tidak akan memberikan peningkatan terhadap kesejahteraan mahasiswa dan kualitas universitas.
DPM didanai bukan untuk memperkaya diri. Tetapi harus mampu menjembatani aspirasi mahasiswa terhadap kebijakan-kebijakan kampus. Jika keberadaan DPM tidak mampu menyampaikan aspirasi mahasiswa, berarti keberadaan mereka hanya formalitas saja. Kemahasiswaan seharusnya menindaklanjuti secara tegas kinerja DPM, dengan mempertimbangkan statute atau aturan yang ada. Jika kemahasiswaan tidak bisa atau tidak memiliki aturan paten, maka bisa dismpulkan bahwa kemahasiswaan dan DPM sama-sama formalitas keberadaannya. Dan apabila kemahasiswaan seperti itu, maka Wakil Rektor (warek) satu tidak boleh tinggal diam. Pihaknya harus bertindak tegas sesuai peraturan. Jika Warek satu tidak memiliki aturan tetap mengenai itu, maka ketiga-tiganya hanya formalitas di kampus ini.
           Selain itu, calon anggota dan pengurus DPM harus dari perwakilan aktifis kampus yang benar-benar peduli terhadap aspirasi mahasiswa. DPM harus bertanggungjawab dalam mengemban amanahnya. Pemilihannya harus melalui pemilu pada umumnya yang melibatkan suara mahasiswa dan sivitas akademika agar keberadaan DPM tidak hanya sebagai pajangan saja.[]

Komentar

Popular Post

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Pentingnya Menulis Bagi Mahasiswa

  Oleh: Riski Miftahul Ulum Pentingnya menulis dari kalangan mahasiswa bukan hanya diperuntukkan dalam proses penggarapan skripsi. Menulis juga menjadi hal yang harus ditelateni dalam pembuatan makalah, jurnal penelitian, laporan penelitian, proposal kegiatan dan penelitian, dan lain-lain. Hasil karya tulis seorang mahasiswa merupakan wujud dari kreativitas dan pengetahuan mereka, yaitu bagaimana mereka menyajikan tulisan mereka dalam bentuk makalah, skripsi, proposal penelitian, dan lain sebagainya. Karya tulis telah menempati kedudukan yang fenomenal terutama bagi kalangan pelajar. Sebagian besar di antara mereka beranggapan menulis tidak hanya sebatas membuat skripsi, makalah, jurnal penelitian, dan tugas-tugas kuliah lainnya. Apabila menulis hanya dilakukan saat ada tugas kuliah, maka dimungkinkan adanya kesulitan bahkan kesalahan pada saat pembuatan tugas-tugas tersebut. Karena itu perlu adanya pelatihan menulis secara teratur bagi setiap individu yang ingin selalu

Ungkapan Cinta yang Sulit Terucap.

Oleh: Khusniatul Latifah Ibu... Engkau adalah seorang wanita tegar yang pernah aku miliki... Engkau tak pernah mengeluh dikala kesusahan melanda Ibu.... Yang tak seharusnya aku mengungkap rasa sayang dan cinta dihari ini saja... Karena sejatinya ungkapan kasih sayang yang seharusnya setiap hari kulontarkan untukmu... Ibu.... Maaf jika raga ini terlalu jauh darimu Sehingga mengungkap rasa sayang pun aku merasa canggung Tetapi bibir ini takkan pernah lelah mengungkap bahwa diri ini benar-benar menyayangimu Ibu....

Bangun Solidaritas, Fakultas Pertanian Adakan Ospek.

Salah satu mahhasiswa intelektual yang diapresiasi oleh panitia Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dalam membangung solidaritas mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ulum AA Kampus 1 UIJ. (28/9) Ketua panitia ospek Riski Miftahul Ulum menjelaskan bahwa,   alasan diadakannya Ospek adalah untuk membangun solidaritas mahasiswa . Selain itu menurut   dia,   kegiatan tersebut dapat menyambung silaturahmi organisasi yang terdapat di fakultas pertanian. "Untuk mempererat tali  silaturohmi dari  BEM fakultas, HMP, dan juga mahasiswa baru mas" ujarnya. Riski juga menjelaskan, proses ospek tersebut berisi materi tentang pengenalan fakultas, prodi, dan kepemimpinan. Adapun narasumber yang dihadirkan kata dia,   meliputi dekan pertanian, kepala prodi Agroteknologi Pertanian, kepala prodi Agribisnis Pertanian, serta alumni. "Terkait faku