Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Mengertilah Aku

O leh: Firda Puspita Sari Aku Hanyalah seorang aku Yang ingin bersenda gurau, belajar , dan  bergembira disaat remaja Aku hanya ingin mengejar cita-citaku Mengejar hidupku tanpa ada larangan Kuingin kataku didengar, dimengerti, dan dipahami Aku sadar Aku hanyalah anak kecil dari keluarga besar Aku mengerti Akan semua rasa khawatir kalian akan buah hati kalian Sebuah harapan besar ada pada buah hati kalian Ayah, bunda mengertilah aku Mengertilah inginku Aku ingin berbakti, tapi tak ingin tersakiti Aku ingin mengabdi, tapi tak ingin dihianati Mengertilah inginku Keinginan sebuah biji yang terjatuh Diantara ribuan padi.

Hanya Demi Kata Sayang

Oleh: Sugeng Hadi Wijaya Cinta sampai kau pinta darinya Betapa tidak tau malu Seorang pengemis cinta Kemana kau letak Hilangkah ...? Atau sengaja kau buang Hingga kau rela Lututmu disentuh tanah Air mata menetes Sampai suaramu pekak Seorang pengemis cinta Hanya demi kata sayang Itukah ...? Bahkan kau hilang kendali Kau paksa ia tersenyum Betapa tidak tau malu Seorang pengemis cinta Mulut kau buka Dia mencibir Mata kau tatapkan Dia menoleh Malu ... Kau seharusnya miliki itu Namun kau tidak Hanya demi kata sayang Semua kau buang

TUAN

Karya: Sugeng Hadi Wijaya Bercabang Tak Tersentuh lubang rumah tiap ekor semut Ku jamah, ngeri sekali Tuan, Sakit. Buntilan tampar tertumpuk Kumpulan ulat tanah lapuk Ku ambil, jijik sekali Tuan, Perih. Siapa lagi yang hampiri Bagai koloni gelarkan ekspedisi Gemuruh suara itu gemerisik Ditebang mengeluarkan taburan bibit-bibit Tuan, lirih Si hitampun menjadi keruh Si asappun menjadi beku Kini hanya tancapan tubuh Berusaha menyelami laut hidup Tuan, cuih. Itu pantas, itu hak, itu harus, itu memang. Tapi, Tuan, peluk, Kini musim dingin tiba Tersisa hangatmu Tuan.