Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Sejatinya

Fotografer: Ainur Rohman Karya: Sugeng Hadi Wijaya Semua terasa gelap Tak mampu melihat Karena yang ada hanya hitam Mencoba untuk menyelimuti setetes cahaya Oh sejatinya Semua terasa berat Tak mampu menahan Karena yang ada hanya beban Mencoba untuk menindas setetes semangat Oh sejatinya Semua terasa lemah Tak mampu memperkuat Karena yang ada hanya cobaan Mencoba untuk menekan setetes kekuatan Oh sejatinya Apa mau dan kehendak? Tidakkah sedikit saja disamakan? Walau sebenarnya tak menginginkan Karena hanya yang ingin mengembalikan Oh sejatinya sejati Lihat Sentuh Dekap Ajaklah Oh sejatinya sejati Pengarang adalah penulis akif di LPM MItra, semester akhir di Prodi Pendidikan Matematika FKIP UIJ.

Mahasiswa Pertanian UIJ ikut serta dalam Aksi Damai untuk Stabilkan Lahan Pertanian di Jember

Mahasiswa Fakultas Pertanian UIJ, UNEJ, dan UMJ berorasi pada Aksi di Hari Tani Nasional di depan gedung DPRD Jember. Senin(24/9/2018)  Mitra_ Mahasiswa Fakultas Pertanian UIJ (Universitas Islam Jember) mengikuti aksi damai di depan kantor DPRD Jember, Senin (24/9). Aksi tersebut dipelopori oleh Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Pertanian Indonesia (IBEMPI). Aksi ini juga digelar diseluruh Indonesia oleh mahasiswa pertanian. Aksi tersebut dilakukan karena krisis kedaulatan pangan di Indonesia khususnya di Kota Jember. Menurut koordinator wilayah IV IBEMPI, M Soleh bahwa ada tujuh tuntutan yang disampaikan. “Salah satunya pemerintah harus menempatkan pertanian rakyat sebagai soko guru dari perekonomian Indonesia,” tegasnya. Selain itu kata Soleh, pemerintah harus menghentikan pembangunan food estate   dengan merevisi   UU   nomor tujuh tahun 1996 tentang pangan. Selanjutnya pemerintah Indonesia berkewajiban mengembalikan citra bangsa ini sebagai negara agraris.

Perpustakaan Larang Mahasiswa Baru Pinjam Buku

GENIUS : Aktifitas mahasiswa di ruang Perpustakaan Universitas Islam Jember Mitra _Mahasiswa baru Universitas Islam Jember (UIJ) dilarang meminjam buku perpustakaan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Perpustakaan, Rumartiningsih   Jum’at kemarin (21/09). Menurutnya hal ini disebabkan pihak perpustakaan belum melaksanakan sosialisasi terhadap mahasiswa baru. Selanjutnya kata rumartiningsih, seharusnya perpustakaan melaksanakan sosialisasi saat PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) kemarin. Namun menurutnya dalam pelaksanaan PKKMB pihaknya tidak mendapatkan jadwal.   “Seharusnya kami sosialisasi di PKKMB, tahun kemarin kan seperti itu,” tegasnya. Sementara itu Kepala Biro Umum, Nur Basuki menyampaikan bahwa seharusnya panitia PKKMB memberi porsi terhadap setiap kepala bagian. Hal ini dikarenakan mahasiswa baru belum paham tentang perpustakaan dan unit lainnya. Oleh karenanya kata dia mahasiswa baru betul-betul siap masuk dalam sivitas akademik. “Merek

Ingin Sukses? Solusi Buat Mahasiswa Baru

Oleh: Sugeng Hadi Wijaya “Penulis merupakan mantan Pimpinan Umum LPM Mitra periode 2015-2016 dan 2016-2017. Saat ini penulis berada di semester akhir Prodi Pend. Matematika.”      Kawan-kawan mahasiswa baru kita disebut sebagai maha atas kesiswaan kita. Tanggung jawab yang jauh lebih besar sekarang kita miliki dari pada anak muda lainnya. Disekeliling kita terdapat jutaan anak bisa mengenyam pendidikan dasar dan menengah, namun, hari ini ketahuilah bahwa hanya ada ratusan ribu yang bisa kuliah. Hal tersebut menyatakan bahwa kita berbeda dengan dengan yang lainnya, kita memiliki kesempatan mengembangkan diri untuk maju meraih masa depan. Perlu digaris bawahi bahwa yang kita maksud dengan masa depan bukanlah hanya untuk kita, akan tetapi untuk kehidupan orang lain, bangsa, dan agama.      Perlu diketahui bahwa saat ini belajar bukan hanya di dalam ruang kuliah saja, namun juga di luar ruang kuliah. Apabila kita hanya ingin belajar di dalam ruang kelas saja, maka kita akan term

Mbak Kho Center: Kantor Kedua Pejabat UIJ

Oleh: Sugeng Hadi Wijaya      Opini ini hanya sebatas candaan nonfiksi saja kawan. Setiap individu yang memiliki jabatan atau kedudukan penting dalam suatu lembaga, pastinya disediakan tempat (ruang kerja). Hal ini untuk mempermudah dalam menjalankan tupoksinya. Biasanya setiap lembaga memfasilitasi satu ruang untuk satu individu, bisa juga lebih tapi jarang kita temui.      Bagaimana dengan kampus kita, Universitas Islam Jember (UIJ) yang merupakan sebuah lembaga pendidikan. Sekelas UIJ pastinya dan yang jelas pasti setiap pejabat, pegawai, dan staffnya disediakan ruang kerja. Misalnya rektor, wakil rektor, kepala bagian, beserta yang lainnya sudah kita sering temui di ruang kerja masing-masing. Oleh karenanya kita sebagai mahasiswa lebih mudah untuk menemui yang bersangkutan apabila ada keperluan.      Namun, dari beberapa hal di atas ada yang aneh di UIJ. Pernah suatu saat saya bersama reporter lainnya melakukan liputan suatu kasus. Dalam liputan tersebut mengharuskan kami