Langsung ke konten utama

Keluarnya Calon Dekan FAI Karena Tidak Berpasangan


Mitra_Keluarnya salah satu Calon Dekan FAI dari forum pemilihan dekan, Senin (26/2) kemarin disebabkan oleh persyaratan yang tidak terpenuhi. Berikut disampaikan oleh ketua Panitia Pemilihan, Sofyan Tsauri Minggu kemarin (4/3).
            Abdul Latief  Najmudin, calon dekan yang keluar saat itu menyatakan bahwa di form pendaftaran tidak ada pernyataan bahwa calon harus berpasangan dengan wakilnya. Namun ketika dirinya berada di forum calon dekan harus bersama pasangannya. Ia menambahkan kalau memang peraturannya seperti itu harusnya tercantum di banner pengumuman.
            “Pendaftaran antara dekan dan wakil berpisah. Seharusnya form pendaftaran satu form, kayak di Pilkada,” ujarnya.
            Dirinya menyampaikan walaupun berada di dalam forum percuma karena dianggap cacat hukum. Bahkan Abdul Latief beranggapan bahwa pemilihan tersebut merupakan permainan politik, sehingga siapa yang menang sudah diketahui. Ia juga menganggap ada kejanggalan karena ada individu yang mencalonkan sebagai dekan, wakil dekan, dan wakil rektor.
            Dalam hal ini, ketua panitia menanggapi bahwa sebenarnya Abdul Latief mengetahui tentang persyaratan pencalonan. Hal ini dibuktikan bahwa Abdul Latief sudah menghubungi dua dosen sebagai pasangannya.
            “Sebelumnya sudah disosialisasikan, sudah dikumpulkan semua para calon dekan dan wakilnya. Kalaupun tidak ada sosialisasi, masa calon yang lain sudah berpasangan,” ungkapnya.
Kepala YPNU Jember, Abdullah Syamsul A menyampaikan bahwa pemilihan dekan itu sistem model paket.Proses pemilihan ini yang melaksanakan panitia berdasarkan peraturan YPNU yang berlandaskan statuta. Statuta yang dirumuskan dan ditetapkan kemudian diajukan ke Kemenristek Dikti.
“Di statuta semuanya sudah diatur tentang syarat menjadi rektor, wakil rektor, dekan dan wakil dekan serta mekanisme pemilihannya. Dan statuta kita sudah diperbaharui statuta pada tahun 2017,” sampainya kepada wartawan Mitra.(M/Sugeng)

Komentar

Popular Post

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Pentingnya Menulis Bagi Mahasiswa

  Oleh: Riski Miftahul Ulum Pentingnya menulis dari kalangan mahasiswa bukan hanya diperuntukkan dalam proses penggarapan skripsi. Menulis juga menjadi hal yang harus ditelateni dalam pembuatan makalah, jurnal penelitian, laporan penelitian, proposal kegiatan dan penelitian, dan lain-lain. Hasil karya tulis seorang mahasiswa merupakan wujud dari kreativitas dan pengetahuan mereka, yaitu bagaimana mereka menyajikan tulisan mereka dalam bentuk makalah, skripsi, proposal penelitian, dan lain sebagainya. Karya tulis telah menempati kedudukan yang fenomenal terutama bagi kalangan pelajar. Sebagian besar di antara mereka beranggapan menulis tidak hanya sebatas membuat skripsi, makalah, jurnal penelitian, dan tugas-tugas kuliah lainnya. Apabila menulis hanya dilakukan saat ada tugas kuliah, maka dimungkinkan adanya kesulitan bahkan kesalahan pada saat pembuatan tugas-tugas tersebut. Karena itu perlu adanya pelatihan menulis secara teratur bagi setiap individu yang ingin selalu

Ungkapan Cinta yang Sulit Terucap.

Oleh: Khusniatul Latifah Ibu... Engkau adalah seorang wanita tegar yang pernah aku miliki... Engkau tak pernah mengeluh dikala kesusahan melanda Ibu.... Yang tak seharusnya aku mengungkap rasa sayang dan cinta dihari ini saja... Karena sejatinya ungkapan kasih sayang yang seharusnya setiap hari kulontarkan untukmu... Ibu.... Maaf jika raga ini terlalu jauh darimu Sehingga mengungkap rasa sayang pun aku merasa canggung Tetapi bibir ini takkan pernah lelah mengungkap bahwa diri ini benar-benar menyayangimu Ibu....

Bangun Solidaritas, Fakultas Pertanian Adakan Ospek.

Salah satu mahhasiswa intelektual yang diapresiasi oleh panitia Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dalam membangung solidaritas mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ulum AA Kampus 1 UIJ. (28/9) Ketua panitia ospek Riski Miftahul Ulum menjelaskan bahwa,   alasan diadakannya Ospek adalah untuk membangun solidaritas mahasiswa . Selain itu menurut   dia,   kegiatan tersebut dapat menyambung silaturahmi organisasi yang terdapat di fakultas pertanian. "Untuk mempererat tali  silaturohmi dari  BEM fakultas, HMP, dan juga mahasiswa baru mas" ujarnya. Riski juga menjelaskan, proses ospek tersebut berisi materi tentang pengenalan fakultas, prodi, dan kepemimpinan. Adapun narasumber yang dihadirkan kata dia,   meliputi dekan pertanian, kepala prodi Agroteknologi Pertanian, kepala prodi Agribisnis Pertanian, serta alumni. "Terkait faku