Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Keluarnya Calon Dekan FAI Karena Tidak Berpasangan

Mitra _Keluarnya salah satu Calon Dekan FAI dari forum pemilihan dekan, Senin (26/2) kemarin disebabkan oleh persyaratan yang tidak terpenuhi. Berikut disampaikan oleh ketua Panitia Pemilihan, Sofyan Tsauri Minggu kemarin (4/3).             Abdul Latief   Najmudin, calon dekan yang keluar saat itu menyatakan bahwa di form pendaftaran tidak ada pernyataan bahwa calon harus berpasangan dengan wakilnya. Namun ketika dirinya berada di forum calon dekan harus bersama pasangannya. Ia menambahkan kalau memang peraturannya seperti itu harusnya tercantum di banner pengumuman.             “Pendaftaran antara dekan dan wakil berpisah. Seharusnya form pendaftaran satu form, kayak di Pilkada,” ujarnya.             Dirinya menyampaikan walaupun berada di dalam forum percuma karena dianggap cacat hukum. Bahkan Abdul Latief beranggapan bahwa pemilihan tersebut merupakan permainan politik, sehingga siapa yang menang sudah diketahui. Ia juga menganggap ada kejanggalan karena ada individu yang

SENAT UIJ MENYELENGGARAKAN PEMILIHAN WAKIL REKTOR

Ketua Yayasan : pemilihan ini dilakukan untuk  mengembangkan iklim demokrasi             Mitra_ Selasa, kemarin (27/02) petinggi Kampus Universitas Islam Jember (UIJ), menyelenggarakan pertemuan tertutup di Aula Ulum AA.   Pelaksanaan tersebut diikuti oleh senat UIJ. Kegiatan yang juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) Jember, Abdullah Syamsul A. menentukan pemilihan Wakil Rektor.             Ketua YPNU dalam sambutannya bahwa pemilihan ini dilakukan untuk   mengembangkan iklim demokrasi. Sehingga sesuai dengan statuta yang telah ditetapkan oleh yayasan. “Mekanisme pemilihan dekan maupun wakil rektor telah diatur dalam statuta/dasar pelaksanaan pengembangan perguruan tinggi, dan statuta kita telah diperbarui pada tahun 2017 terkait pengembangan kelembangaan dan ditambahkan dua prodi baru dalam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta bergabungnya Bina Husada sebagai Fakultas Kesehatan. Jadi hal tersebut harus diperbarui untuk mengakomodasi lembaga,”

PEREKRUTAN KARYAWAN UIJ MENIMBULKAN KONTROVERSI

  MITRA_Pergantian Kepala Bagian (Kabag) Keuangan UIJ menjadi perbincangan di linkungan  Universitas Islam Jember (UIJ). Sebagaimana telah dijelaskan oleh  rektor UIJ, Abdul Hadi bahwasanya Izul Aslah merupakan anak dari mantan Wakil Rektor III, Saiful Bahri. Pengangkatan tersebut menuai kontroversi karena dianggap nepotisme oleh warga UIJ, Kamis (3/5).             Kebijakan tersebut dikritisi oleh Alwi Alkaff, mantan Dekan FISIP UIJ. Namun ia menyampaikan bahwa kritikannya tidak dihiraukan oleh rektorat. Bahkan dirinya mengaku tidak sependapat dengan kebijakan yang terjadi.             “Itulah yang kami tidak inginkan, ketika keputusan diambil secara sepihak. Bahkan ada oknum yang mengatasnamakan yayasan, padahal yayasan orangnya baik.” ujarnya kepada reporter Mitra.             Pria kelahiran Pasuruan itu menginginkan perekrutan pegawai harus sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang berlaku. Dilakukannya seleksi dan tes sesuai dengan bidang keahliannya te