Langsung ke konten utama

“Skripsi” Bukan Lagi Belenggu Kelulusan Mahasiswa


Oleh: Khoirotun Nisa’
*penulis saat ini masih duduk di semester III prodi Agribisnis dan merupakan penulis Aktif di LPM MITRA
Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat  penting bagi kehidupan di dunia. Pendidikan tidak harus ditempuh dalam dunia formal, pendidikan bisa saja ditempuh apabila kita memiliki keinginan keras untuk mempelajari sesuatu. Namun dunia formal juga menjadi ikon penting dalam ranah pendidikan. Dengan pendidikan formal maka kinerja kita akan lebih diakui karena dirasa lebih meyakinkan dan lebih memungkinkan.
Pendidikan tinggi adalah puncak dari segala pendidikan formal yang ada, sudah tidak diragukan lagi bahwa mahasiswa adalah maha dari segala siswa. Artinya mahasiswa adalah siswa tingkat tertinggi dalam dunia pendidikan formal. Mahasiswa harus bisa mengimplementasikan dalam berbangsa dan bermasyarakat  mengenai pendidikan yang telah di tempuhnya.
Tidak banyak mahasiswa yang bermalas-malasan dalam dunia perkuliahannya. Banyak mahasiswa S1 yang kuliah lebih dari target waktu perkuliahan. Kebanyakan mahasiswa mengolor jangka pendidikannya lantaran terbelenggu dengan penelitian tugas akhirnya atau yang kerap kita kenal dengan kata “skripsi”.
Skripsi yang molor mungkin saja dikarenkan mahasiswa yang bermalas-malasan dalam melakukan penelitian, atau mungkin bisa saja penelitian yang sangat sulit sehingga menjadi penghambat dalam kelulusan. Seharusnya mahasiswa dalam melakukan sebuah penelitian juga harus diseimbangkan dengan kemampuan dirinya. Atau jika tidak, mahasiswa seharusnya memikirkan penelitian mulai dari awal sebelum mereka mendekati semester akhir.
Apabila kita memikirkannya mulai dari awal, dengan diimbangi konsultasi dengan pendekatan dosen atau juga senior yang lebih tahu tentang dunia skripsi maka akan mudah kita dalam menjalankan penelitian. Tidak hanya sebatas itu, kita juga bisa saja lulus dengan jangka waktu yang telah ditetapkan. Selanjuntnya Pengertian kita tentang penelitian yang kita lakukan tersebut bisa lebih matang dan juga dapat kita pahami dengan lebih, serta bisa diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan ini skripsi tidak akan menjadi sebuah belenggu bagi kelulusan mahasiswa.

Komentar

Popular Post

Muatkah Gedung UIJ Menampung Mahasiswa Baru?

  Sumber: Freepik.com Oleh: Fathur Rozi Sekedar informasi   bahwa pada tanggal 26 juli 2021 Universitas Islam Jember (UIJ) mengadakan pendaftaran Calon Mahasiswa Baru (CAMABA) penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah dengan peserta sekitar 386 . Jumlah tersebut tentunya akan semakin lebih banyak lagi karena ada seleksi lagi gelombang kedua pada bulan agustus besok, belum lagi dengan pendaftar mandiri. Sehingga jumlah mahasiswa di kampus hijau ini akan jauh lebih banyak. Namun, jika kita lihat ke belakang saat kuliah tatap muka masih berlangsung, banyak mahasiswa yang kekurangan tempat belajar. Sampai mondar-mandir mencari ruangan, karena tidak memiliki ruang kelas. Terkadang mereka harus pindah ruangan karena ruangan yang ditempati milik mahasiswa prodi lain atau bahkan sebaliknya. Okelah , mungkin saat ini pembelajaran sering dilakukan secara online, atau jarak jauh, sehingga mahasiswa jarang berkunjung ke kampus UIJ sehingga gedungnya nampak sepi. Oleh karena itu,

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Bangun Solidaritas, Fakultas Pertanian Adakan Ospek.

Salah satu mahhasiswa intelektual yang diapresiasi oleh panitia Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dalam membangung solidaritas mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ulum AA Kampus 1 UIJ. (28/9) Ketua panitia ospek Riski Miftahul Ulum menjelaskan bahwa,   alasan diadakannya Ospek adalah untuk membangun solidaritas mahasiswa . Selain itu menurut   dia,   kegiatan tersebut dapat menyambung silaturahmi organisasi yang terdapat di fakultas pertanian. "Untuk mempererat tali  silaturohmi dari  BEM fakultas, HMP, dan juga mahasiswa baru mas" ujarnya. Riski juga menjelaskan, proses ospek tersebut berisi materi tentang pengenalan fakultas, prodi, dan kepemimpinan. Adapun narasumber yang dihadirkan kata dia,   meliputi dekan pertanian, kepala prodi Agroteknologi Pertanian, kepala prodi Agribisnis Pertanian, serta alumni. "Terkait faku

Telah dimulai! Seleksi Gelombang Pertama CAMABA Penerima KIP UIJ secara Daring

  Fokus: Pelaksanaan seleksi camaba penerimaan KIP secara daring berlangsung Fotografer: Zaenab Nur Hafila Mitra _ Seleksi C alon M ahasiswa B aru ( CAMABA ) P enerima K artu I ndonesia P intar (KIP) Universitas Islam Jember (UIJ) telah di mulai . Dalam seleksi pertama ini berlangsung selama dua hari secara daring (dalam jaringan). Senin ( 26/07) Qurtubi selaku Wakil Rektor I mengungkapkan bahwasannya tahap pelaksnaan seleksi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. “…teknis pelaksanaan seleksinya berbeda dengan tahun sebelumnya, karena sekarang murni daring semua sedangkan tahun lalu kita hadirkan mahasiswa…” Ungkapnya. Seleksi pertama ini, mahasiswa yang terdaftar dalam SIM KIP UIJ sebanyak 386 mahasiswa. “Untuk jumlah pendaftar dulu kita lebih dari 480, hari ini pendaftar di SIM KIP - nya kita 386 per hari ini” Jelas Indri salah satu Staf Kemahasiswaan UIJ . Ia memaparkan, jumlah pada gelombang pertama ini belum menentukan perbandingan antara tahun kemar i n dan tahun i