Langsung ke konten utama

Perekonomian Para Pekerja Pesisir Pantai Puger


Oleh: Iftitah Dian Humayro
*penulis saat ini masih duduk di semester III prodi PGMI dan merupakan anggota baru LPM MITRA

Masyarakat Puger mayoritas bekerja sebagai nelayan. Dalam hal ini dikarenakan puger terkenal akan kekayaan lautnya. Masyarakat Puger terkadang mengolah hasil tangkapan dari laut menjadi olahan siap saji. Kreatifitas tangan masyarakat puger inilah yang menjadikan kestabilan provit perekonoman mereka.
Prosentase perekonomian setempat pasti akan mengalami penurunan dan peningkatan. Seperti halnya tangkapan hasil nelayan tidak selalu banyak. Mereka terkadang mndapatkan sedikit ikan hingga ada yang pernah pulang dengan tangan kosong. Hal ini hanya terjadi pada bulan-bulan tertentu. Bulan April hingga Oktober ini merupakan masa peningkatan perekonomian mereka. Biasanya mereka menyebutnya musim timur. Sedangkan bulan November hingga Maret merupakan masa penurunan perekonomian. Biasanya mereka menyebutnya musim barat. Istilah itu telah dipakai para pekerja pesisir pantai Puger dalam membagi musim-musimnya.
Ketika musim paceklik datang, mereka sudah tidak lagi merisaukannya. Mereka memiliki berbagai pekerjaan sampingan, seperti memproduksi terasi, olahan makanan siap saji, kerupuk ikan, dll.
Penerapan hal itulah sangat cocok untuk menjaga perekonomian wilayah setempat. Provit perekonomian pasti akan mengalami penurunan dan peningkatan, tergantung dari masyarakatnya dengan cara apa mereka bisa menanggulanginya. Seperti yang terjadi di wilayah Puger ketika mereka menghadapi masa paceklik, mereka terus akan mengembangkan kreatifitas mereka guna menjaga kestabilan perekonomian mereka.
Menjaga kelestarian kekayaan laut juga penting, agar sumber daya alam di Puger tetap dirasakan oleh para cucu cicit mereka kelak. Mereka juga tetap menjaga agar tidak ada orang asing datang untuk mengambil tanpa izin kekayaan laut mereka. Juga kreatifitas masyarakat Puger tetap dijaga dan perlu dikembangkan, karena provit perekonomian akan sewaktu-waktu turun maupun naik. Hal itu semua demi menjaga kesejahteraan masayarakat khususnya yang berada di wilayah Puger.



Komentar

Popular Post

Muatkah Gedung UIJ Menampung Mahasiswa Baru?

  Sumber: Freepik.com Oleh: Fathur Rozi Sekedar informasi   bahwa pada tanggal 26 juli 2021 Universitas Islam Jember (UIJ) mengadakan pendaftaran Calon Mahasiswa Baru (CAMABA) penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah dengan peserta sekitar 386 . Jumlah tersebut tentunya akan semakin lebih banyak lagi karena ada seleksi lagi gelombang kedua pada bulan agustus besok, belum lagi dengan pendaftar mandiri. Sehingga jumlah mahasiswa di kampus hijau ini akan jauh lebih banyak. Namun, jika kita lihat ke belakang saat kuliah tatap muka masih berlangsung, banyak mahasiswa yang kekurangan tempat belajar. Sampai mondar-mandir mencari ruangan, karena tidak memiliki ruang kelas. Terkadang mereka harus pindah ruangan karena ruangan yang ditempati milik mahasiswa prodi lain atau bahkan sebaliknya. Okelah , mungkin saat ini pembelajaran sering dilakukan secara online, atau jarak jauh, sehingga mahasiswa jarang berkunjung ke kampus UIJ sehingga gedungnya nampak sepi. Oleh karena itu,

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Bangun Solidaritas, Fakultas Pertanian Adakan Ospek.

Salah satu mahhasiswa intelektual yang diapresiasi oleh panitia Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dalam membangung solidaritas mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ulum AA Kampus 1 UIJ. (28/9) Ketua panitia ospek Riski Miftahul Ulum menjelaskan bahwa,   alasan diadakannya Ospek adalah untuk membangun solidaritas mahasiswa . Selain itu menurut   dia,   kegiatan tersebut dapat menyambung silaturahmi organisasi yang terdapat di fakultas pertanian. "Untuk mempererat tali  silaturohmi dari  BEM fakultas, HMP, dan juga mahasiswa baru mas" ujarnya. Riski juga menjelaskan, proses ospek tersebut berisi materi tentang pengenalan fakultas, prodi, dan kepemimpinan. Adapun narasumber yang dihadirkan kata dia,   meliputi dekan pertanian, kepala prodi Agroteknologi Pertanian, kepala prodi Agribisnis Pertanian, serta alumni. "Terkait faku

Telah dimulai! Seleksi Gelombang Pertama CAMABA Penerima KIP UIJ secara Daring

  Fokus: Pelaksanaan seleksi camaba penerimaan KIP secara daring berlangsung Fotografer: Zaenab Nur Hafila Mitra _ Seleksi C alon M ahasiswa B aru ( CAMABA ) P enerima K artu I ndonesia P intar (KIP) Universitas Islam Jember (UIJ) telah di mulai . Dalam seleksi pertama ini berlangsung selama dua hari secara daring (dalam jaringan). Senin ( 26/07) Qurtubi selaku Wakil Rektor I mengungkapkan bahwasannya tahap pelaksnaan seleksi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. “…teknis pelaksanaan seleksinya berbeda dengan tahun sebelumnya, karena sekarang murni daring semua sedangkan tahun lalu kita hadirkan mahasiswa…” Ungkapnya. Seleksi pertama ini, mahasiswa yang terdaftar dalam SIM KIP UIJ sebanyak 386 mahasiswa. “Untuk jumlah pendaftar dulu kita lebih dari 480, hari ini pendaftar di SIM KIP - nya kita 386 per hari ini” Jelas Indri salah satu Staf Kemahasiswaan UIJ . Ia memaparkan, jumlah pada gelombang pertama ini belum menentukan perbandingan antara tahun kemar i n dan tahun i