Langsung ke konten utama

MASIH DITAHANNYA SERTIFIKAT PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS (PK2) PRODI BIOLOGI OLEH HMP-NYA


Alasan Masih Belum Diberikannya Sertifikat PK2 Prodi Biologi
Mitra_ kebijakan HMP BIOSVER yang menahan sertifikat PK2 menimbulkan keresahan bagi mahasiswa-mahasiswi baru prodi biologi berikut dilaporkan kawan Mitra. Senin (9/10)
Pasalnya, banyak dari mahasiswa-mahasiswi baru beranggapan telah mendapat pengekangan terhadap kewajiban harus mengikuti kegiatan Biosver dan juga pembatasan terhadap mahasiswa-mahasiswi baru untuk mengikuti organisai luar.
“untuk mendapatkan sertifikat PK2 itu, semua mahasiswa BIOLOGI harus mengikuti kegiatan-kegiatan BIOSVER”. Ujar E (salah satu mahasiswi baru prodi biologi yang disamarkan namanya)
Ainun najib selaku ketua HMP BIOSVER, menanggapi berbagai keluhan mahasiswa baru dengan membantah atas isu yang beredar itu, “ Sebenarnya itu bukan ditahan, kita niatannya memang mau dikasih nanti dibarengkan dengan ospek fakultas dan prodi itu, kan nantik di ospek prodi itu ada pengaplikasian satu semester buat mahasiswa baru, bukan di tahan ya, rencanannya mau dikasikan bareng sama sertifikat ospek prodi itu”. Tegasnya kepada reporter Mitra.
Ketua panitia PK2 Usamma  juga memberikan penjelasan mengenai prosedur terbaru sertifikat PK2 memang diberikan kepada HMPnya masing-masing dengan harapan bisa ada jalinan antara senior dan junior. Dirinya juga menambahkan bahwa tidak mengetahui soal tertahannya sertifikat milik salah satu prodi, ia hanya mendapat keluhan dari mahasiswa baru FKIP mengenai mahalnya ospek prodi.
“kalau soal masalah tidak diberikannya sertifikat PK2 saya belum menerima, hanya saja waktu itu ada mahasiswa baru yang mengeluhkan masalah dana ospek yang mahal. Kalau memang ada penahanan sertifikat itu sangat perlu ditindak lanjuti. Karena memang tidak boleh ada penahanan. Jika memang itu ada nanti kita konfirmasi ke ketua BEMnya biar ditindak lanjuti”. Ujarnya kepada reporter mitra.
Crew LPM Mitra pun juga mendapatkan penjelasan mengenai masalah tersebut dari salah satu mahasiswa biologi yang disamarkan namanya, ia mengatakan bahwa belum diberikannya serfikat PK2 memang ada di prodi biologi. “setahu saya Biosver menahan sertifikat itu karena ada program magang disana, untuk waktunya berapa lama saya kurang tau. Mungkin bisa juga alasannya biar anak-anak aktif di HMPnya. Ujar B (nama samaran)
Menanggapi hal tersebut ketua umum BEM pun memberikan penjelasan dan komentarnya mengenai HMP yang masih menahan sertifikatnya, dan apabila itu benar maka Arif selaku ketua BEM akan memberikan teguran kepada HMP yang bersangkutan.

“Prosedur pengambilan sertifikat itu harus membayar daftar ulang dan harus mengikuti ospek penuh, kalo misalnya ada HMP ada yang menekan atau menahan sertifikat itu ga bener, karena HMP gak punya hak untuk menahan itu, dan apabila hal tersebut terbukti benar, ya maka nanti akan ada teguranlah “ . (Mitra/ ASA) []

Komentar

Popular Post

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Pentingnya Menulis Bagi Mahasiswa

  Oleh: Riski Miftahul Ulum Pentingnya menulis dari kalangan mahasiswa bukan hanya diperuntukkan dalam proses penggarapan skripsi. Menulis juga menjadi hal yang harus ditelateni dalam pembuatan makalah, jurnal penelitian, laporan penelitian, proposal kegiatan dan penelitian, dan lain-lain. Hasil karya tulis seorang mahasiswa merupakan wujud dari kreativitas dan pengetahuan mereka, yaitu bagaimana mereka menyajikan tulisan mereka dalam bentuk makalah, skripsi, proposal penelitian, dan lain sebagainya. Karya tulis telah menempati kedudukan yang fenomenal terutama bagi kalangan pelajar. Sebagian besar di antara mereka beranggapan menulis tidak hanya sebatas membuat skripsi, makalah, jurnal penelitian, dan tugas-tugas kuliah lainnya. Apabila menulis hanya dilakukan saat ada tugas kuliah, maka dimungkinkan adanya kesulitan bahkan kesalahan pada saat pembuatan tugas-tugas tersebut. Karena itu perlu adanya pelatihan menulis secara teratur bagi setiap individu yang ingin selalu

Ungkapan Cinta yang Sulit Terucap.

Oleh: Khusniatul Latifah Ibu... Engkau adalah seorang wanita tegar yang pernah aku miliki... Engkau tak pernah mengeluh dikala kesusahan melanda Ibu.... Yang tak seharusnya aku mengungkap rasa sayang dan cinta dihari ini saja... Karena sejatinya ungkapan kasih sayang yang seharusnya setiap hari kulontarkan untukmu... Ibu.... Maaf jika raga ini terlalu jauh darimu Sehingga mengungkap rasa sayang pun aku merasa canggung Tetapi bibir ini takkan pernah lelah mengungkap bahwa diri ini benar-benar menyayangimu Ibu....

Bangun Solidaritas, Fakultas Pertanian Adakan Ospek.

Salah satu mahhasiswa intelektual yang diapresiasi oleh panitia Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dalam membangung solidaritas mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ulum AA Kampus 1 UIJ. (28/9) Ketua panitia ospek Riski Miftahul Ulum menjelaskan bahwa,   alasan diadakannya Ospek adalah untuk membangun solidaritas mahasiswa . Selain itu menurut   dia,   kegiatan tersebut dapat menyambung silaturahmi organisasi yang terdapat di fakultas pertanian. "Untuk mempererat tali  silaturohmi dari  BEM fakultas, HMP, dan juga mahasiswa baru mas" ujarnya. Riski juga menjelaskan, proses ospek tersebut berisi materi tentang pengenalan fakultas, prodi, dan kepemimpinan. Adapun narasumber yang dihadirkan kata dia,   meliputi dekan pertanian, kepala prodi Agroteknologi Pertanian, kepala prodi Agribisnis Pertanian, serta alumni. "Terkait faku