Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

LAUT

Oleh: Iftitah Hamparan luas birumu membentang indah Menenangkan hati bak angin semilir senja Kau berikan sejuta manfaat bagi kami Hingga kau tak inginkan balasan secuilpun dari kami             Wahai laut             Andai kau dapat berbicara..             Adakah pesan untuk kami ?             Pasti kami penuhi segala amanah pesanmu             Wahai laut..             Adakah keluh kesahmu padaku ?             Pasti kami perbaiki keluhanmu pada kami Tetaplah jadi rakyat kecilmu Wahai laut..

Senja

( Sifa’ A. ) Sepoi angin mengiringimu ke peraduan Camar lautpun mulai kembali pulang Di ujung pantai, merahmu terbakar Alam pun sudah siap menyambut sunyi Dewi-dewi kegelapan turun Sembari menggelar tikar hitamnya Menyelimuti hati-hati yang sunyi Tanpa kata tanpa rasa Hei, senja. Siapalah aku Aku hanya penikmat indahmu Aku bukanlah langit tempatmu pulang Hei, senja. Tak perlu kau tahu Meski aku selalu mengagumimu Cukup jadi senja yang rupawan Serupawan bunga di dalam kaca.

Embun

( Abbasy ) Embun... Ku melihatmu di pagi hari Ketika kubuka mataku Aku melihatmu dalam kesendirian Karena, dalam sendiri ini Aku bisa merasakan dengan jelas Indah dan segarnya ciptaan tuhan Embun... Aku merasakanmu dalam kesendirian Karena, dalam sendiri ini Tak ada yang menikmatimu selain aku.

“MATI SEBELUM MATI”

Oleh: Eka Ulan Sari Saat api terus bergejolak Membuat seseorang jadi hilang arah Membuat seseorang lupa siapa dirinya Membuat seseorang hilang ingatan Saat api terus bergejolak Menghancurkan ranting ranting pohon Menghanguskan dedaunan hijau Merobohkan kekokohan suatu kayu besar Pada saat itulah Seseorang merasa putus asa Seseorang merasa mati sebelum mati

OMBAK

Oleh : Cici dan Selli Gemuruh suaramu Membuat semua insan enggan menutup telinga Hembusan angin yang kau ciptakan Membuat dedaunan menari dengan eloknya Sungguh indahnya gulungan air yang tidak berujung Yang tiada henti.. Yang tiada bosan.. Menyuguhkan panorama pemandangan Bagi insan haus akan keindahan..

SANG ROSUL

Oleh : Nova Wardani Rosul  kekasih tuhan Utusan membawa kedamaian seluruh alam Cucuran darah air mata dan keringat dikorbankan demi risalah tuhan Tak pernah lelah kau ajarkan bak pena       Kau torehkan tinta emas  dalam kehidupan  insan       Hidupmu bagai lentera di lorong kegelapan       Wahai utusan tuhan lantunan  suaramu menggetarkan sanubari         Kau sampaikan menggetarkan sanubari  yang haus akan ilmu       Terima kasih atas jasamu wahai rosul

“Skripsi” Bukan Lagi Belenggu Kelulusan Mahasiswa

Oleh: Khoirotun Nisa’ *penulis saat ini masih duduk di semester III prodi Agribisnis dan merupakan penulis Aktif di LPM MITRA Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat  penting bagi kehidupan di dunia. Pendidikan tidak harus ditempuh dalam dunia formal, pendidikan bisa saja ditempuh apabila kita memiliki keinginan keras untuk mempelajari sesuatu. Namun dunia formal juga menjadi ikon penting dalam ranah pendidikan. Dengan pendidikan formal maka kinerja kita akan lebih diakui karena dirasa lebih meyakinkan dan lebih memungkinkan. Pendidikan tinggi adalah puncak dari segala pendidikan formal yang ada, sudah tidak diragukan lagi bahwa mahasiswa adalah maha dari segala siswa. Artinya mahasiswa adalah siswa tingkat tertinggi dalam dunia pendidikan formal. Mahasiswa harus bisa mengimplementasikan dalam berbangsa dan bermasyarakat  mengenai pendidikan yang telah di tempuhnya. Tidak banyak mahasiswa yang bermalas-malasan dalam dunia perkuliahannya. Banyak mahasiswa S1 yang kuliah

“Pemberdayaan lkan di Puger Kulon”

Oleh: Eka Ulan Sari *penulis saat ini masih duduk di semester I  prodi Ekonomi Syariah dan  merupakan anggota baru LPM MIT           Indonesia merupakan Negara maritim yaitu negara yang mempunyai wilayah perairan lebih luas daripada wilayah daratan. Kelebihan itulah yang membuat Indonesia menjadi sorotan dari Negara-negara tetangga, terutama dari sektor perikanan yang sangat berlimpah dan beraneka ragam jenisnya. Ikan yang dihasilkan dari laut Indonesia tidak hanya untuk olahan makanan tetapi juga untuk hiasan dalam ruangan seperti akuarium dan hiasan ikan yang diawetkan. Kabupaten Jember, tepatnya didaerah Puger Kulon sebagian masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. Penangkapan ikan didaerah puger masih menggunakan cara-cara tradisional sehingga tidak merusak ekosistem yang ada didalamnya. Proses penjualan ikan masih sangat sederhana yaitu sebatas jual beli di pasar Puger Kulon itu sendiri, dan untuk pengawetan agar tetap  segar hanya menggunakan es batu sehingga tidak berbahaya

Mutiara Cintaku Berlabuh Dihatimu

Oleh:Arinatul Aniza * penulis saat ini masih duduk di semester I prodi Matematika dan merupakan anggota baru LPM MITRA             Di sebuah kota metropolitan yang terkenal akan kesibukannya. Mentari pagi menaburkan senyuman indahnya memenuhi hamparan cakrawala. Tersebar menghiasi angkasa raya. Celah-celah embun pagi menghiasi setiap sudut kota Bandung. Seorang pemuda yang bernama Tae-woon, memulai langkahnya menuju tumpahan rezeki pagi ini. Tae-woon adalah seorang karyawan di sebuah perkantoran terbesar di kota Bandung. Dia menjabat sebagai sekertaris dan telah bekerja selama dua tahun.Meskipun dia mempunyai profesi yang mapan tapi ada satu hal yang masih belum ia miliki yaitu seorang perempuan yang kelak menjadi penda m ping hidupnya. Pernah ia bercinta dengan seorang dara dari Bekasi , a kan tetapi cinta mereka harus kandas akibat restu yang tak didapatkan keduanya. Dari pengalaman tersebut Tae-woon sangat berhati-hati dalam memberikan butiran cintanya pada wanita lain

ANAK NELAYAN

Oleh: Khatijah Penulis saat ini masih duduk disemester 1 prodi ekonomi syariah dan anggota baru LPM Mitra Aku menghirup angin dalam desiran ombak di pantai pancer. Memastikan tak ada yang salah terhadap apa yang aku kerjakan. Aroma ikan sudah sudah tidak asing lagi bagiku, beginilah hidupku yang hanya seorang anak nelayan. Kehidupan yang mengajariku untuk hidup.Disetiap  ada waktu luang aku sempatkan membantu orang tuaku membuat abon dari ikan, beginilah aku menghapus lelahku ditengah kesibukanku sebagai mahasiwa di universitas islam jember. Tiba-tiba ibu memanggilku dari kejauhan, menyuruhku pulang. Akupun langsung pulang dan terus  menuju ruang keluarga. Ibu dan bapakku duduk sambil membicarakan hasil panin ikan dan penjualan abon ikan yang aku buat. Keduanya menatapku saat aku berjalan mendekat. ’’kau akan tetap menjadi sebagai pembuat abon ikan nak’’ tanya ibuku. ‘’aku akan tetap menekuni sebagai pembuat abon ikan bu, Aku ingin menjadi pengusaha muda yang bisa memanfaa

Puger Penghasil Terasi Terbaik Di Jember

Rohah menjelaskan kualitas terasi yang baik, saat diwawancarai di dusun Mandaran I desa Puger Kulon.                 Mitra_ Puger adalah salah satu kecamatan di Jember yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan dan pedagang. Namun tidak hanya itu, ternyata puger juga di terkenal sebagai penghasil terasi  terbaik . Berikut dilaporkan wartawan Mitra , Ismiatul Hasanah pada Minggu (26/11). Zainal, selaku Staff Humas kecamatan Puger mengatakan bahwa puger memang terkenal dengan hasil laut yang melimpah. Salah satunya Unit Kegiatan Masyarakat (UKM) yang mengolah hasil laut dijadikan produk olahan yakni terasi.             “Tak hanya hasil ikan yang dikenal di Puger, tetapi juga terasi Puger terkenal di Jember. Sayang kalau ngak coba terasi Puger,” ujarnya.             Slamet, ketua RW VII, dusun Mandaran I, desa Puger Kulon menyatakan, mayoritas masyarakat Puger adalah nelayan, pedagang, serta pembuat produk terasi. Hampir setiap warganya adalah pengelola

MASA PACEKLIK BUKAN LAGI KERISAUAN NELAYAN PUGER

Mitra _ para pekerja pesisir pantai saat ini mengalami masa paceklik . Masa ini biasanya berkisar pada bulan November hingga bulan Maret. Sehingga perekonomian masyarakat Puger yang mayoritas nelayan mengalami penurunan untuk bulan ini . Berikut dilaporkan wartawan Mitra, kelompok 3 (26/11). Rinaldi (50) salah satu pekerja kuli angkut ikan menyatakan bahwa perekonomian masyarakat Puger selalu berimbang. Masyarakat Puger juga mengembangkan kerja sampingan dari berbagai kreativitas tangan mereka. Jadi ketika masa paceklik yang terjadi pada saat ini sudah tidak menjadi beban fikiran mereka. “saya berangkat dari rumah jam 8 pagi. Disini kami para kuli angkut ikan menunggu setoran ikan dari para nelayan. Kadang nelayan tidak membawa ikan sama sekali kalau masa paceklik seperti ini. Sore sekitar jam 5 kami pulang.” Ujarnya. Zainul Arifin (44 seorang kuli angkut ikan lainnya menambahkan bahwa musim timur baru saja berlalu dan saat ini sudah mulai memasuki musim barat. Istilah musim

Komoditi Ikan Kabupaten Jember

Musarofah menjual ikan  di dekat  pintu masuk TPI Puger MITRA_ Puger merupakan daerah yang berada di sebelah selatan Kabupaten Jember. Salah satu ikon yang terkenal di daerah Puger adalah hasil perikanan yang mahsyur. Daerah penghasil ikan di Kecamatan Puger yakni di Pesisir Pantai Puger tepatnya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kecamatan Puger. Berikut dilaporkan wartawan Mitra , Rezita Nur Pradana Putri pada Minggu (26/11). Menurut salah satu pedagang ikan di (Tempat Pelelangan Ikan)  TPI Puger yang bernama Musarofah (46)  asli warga Puger, Ia mendapatkan pasokan ikan dari juragan ikan pada setiap harinya. Jenis ikan yang biasa Ia jual adalah tongkol, banyar, kakap putih, dan cumi-cumi dengan harga yang berbeda setiap jenisnya. “Biasanya nak, ibu ya jual ikan banyar, tongkol, kakap putih, sama cumi-cumi tapi masih banyak lagi nak. Tergantung ikan yang datang dari juragan dari nelayan yang cari ikan nak. Iya harganya juga berbeda untuk setiap jenisnya nak.” Jelasnya kep

Inovasi Olahan Ikan Kecamatan Puger, Abon Ikan Salah Satunya

             MITRA_ Abon ikan salah satu produk rumahan yang diproduksi oleh masyarakat puger selain terasi. C rew LPM Mitra berkesempatan mengunjungi rumah pak Hasan yang merupakan salah satu produsen abon ikan di wilayah Kecamatan Puger. (26/11)             Menurut bu Roha, istri pak Hasan, ikan yang digunakan haruslah ikan segar dan berkualitas bagus. “Ikan harus segar, harus kualitas yang bagus, ikan harus yang kualitas bagus, kalau tidak bagus tidak bisa, (semisal) ikan tongkol atau ikan tuna (atau) piling katanya orang sini (puger)” ujar ia. Ia juga menjelaskan panjang lebar terkait cara produksinya mulai dari proses pemindangan hingga proses pembungkusan. Prosesnya masih menggunaka n cara-cara manual, artinya masih dikerjakan dengan tangan, kecuali untuk pengemasan. Proses produksinya juga masih tanpa karyawan meskipun sesekali juga dibantu oleh kerabat dekatnya.             Produksi abon ikan ini bukan tanpa kendala, kendala yang umum dijumpai ialah kelangkaan ikan akib