Langsung ke konten utama

Siapa yang Salah? Ilegal atau Tidak?


Oleh: Ujiantari
Antusias mahasiswa UIJ terhadap Perpustakaan sangat luar  biasa. Mereka memanfaatkan perpustakaan untuk mencari referensi dan ruang untuk mengerjakaan tugas. dalam kesehariannya, kegiatan rutin tersebut tak pernah berhenti dilakukan oleh mahasiswa. Terkadang ramai pengunjung untuk meminjam buku dan mengembalikan buku, kadang pula sepi, tergantung minat dan keperluan mahasiswa.
Sedikit menyinggung tentang kebijakan-kebijakan perpustakaan. Bagaimana mungkin, seorang pemimpin tidak tahu akan kebijakan-kebijakan yang ada di ruang lingkup kerjanya. Seperti yang terjadi di kampus tercinta ini, ada peraturan dimana untuk mentertibkan kedisiplinan mahasiswa dalam meminjam buku perpustakan, kepala bagian perpustakaan mengeluarkan kebijakan tentang denda pengembalian buku. Sebagaimana yang berlaku, bahwasannya setiap mahasiswa yang telat mengembalikan buku, maka ia akan dikenakan sanksi sebesar Rp. 1.000 perhari untuk satu buku. Berbeda untuk peminjaman buku Skripsi, yang jika telat mengembalikan akan dikenakan denda Rp. 2.000 perhari.
Namun, ada hal yang menjanggal, dimana kebijakan tersebut tidak di ketahui oleh Rektor. Sedangkan ketika kepala bagian perpustakaan ditanya hal tersebut, mereka mengaku bahwa kebijakan itu sudah tercantum di SOP (Standar Operasional Prosedur) yang tentunya sudah memiliki Surat Keterangan (SK) yang dikeluarkan oleh rektor. Tentu saja dua pernyataan yang berbeda ini, membuat kami para mahasiswa bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang rektor tidak mengetahui suatu kebijakan yang ada di ruang lingkup kerjanya? padahal hal itu sudah berlaku jauh sebelum dilantiknya rektor yang baru. Terlebih hal itu sudah tercantum di SOP yang semestinya sudah di ketahui dan tertandatangani Pembantu Rektor I dan Biro Umum.
Mungkin masih banyak lagi hal-hal yang menjanggal lainnya di kampus  ini, namun masih belum di ketahui bahkan sengaja di tutupi. Seharusnya antara pihak pengelola perpustakaan dan rektor sudah saling berkomunikasi satu sama lain agar tidak terjadi kesalah pahaman. Rektor sebagai pimpinan harus tahu semua tentang kebijakan-kebijakan yang ada di kampus.
Kalau sudah terjadi kesalahspengertian antara pengelola perpustakaan dan rektor sebagai pimpinan seperti ini maka pantas dipertanyakan apakah kebijakan denda tersebut legal atau ilegal, apakah ini kebijakan sebelah pihak atau bukan dan apakah peraturan tersebut wajib diikuti atau tidak?






                              

Komentar

Popular Post

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Pentingnya Menulis Bagi Mahasiswa

  Oleh: Riski Miftahul Ulum Pentingnya menulis dari kalangan mahasiswa bukan hanya diperuntukkan dalam proses penggarapan skripsi. Menulis juga menjadi hal yang harus ditelateni dalam pembuatan makalah, jurnal penelitian, laporan penelitian, proposal kegiatan dan penelitian, dan lain-lain. Hasil karya tulis seorang mahasiswa merupakan wujud dari kreativitas dan pengetahuan mereka, yaitu bagaimana mereka menyajikan tulisan mereka dalam bentuk makalah, skripsi, proposal penelitian, dan lain sebagainya. Karya tulis telah menempati kedudukan yang fenomenal terutama bagi kalangan pelajar. Sebagian besar di antara mereka beranggapan menulis tidak hanya sebatas membuat skripsi, makalah, jurnal penelitian, dan tugas-tugas kuliah lainnya. Apabila menulis hanya dilakukan saat ada tugas kuliah, maka dimungkinkan adanya kesulitan bahkan kesalahan pada saat pembuatan tugas-tugas tersebut. Karena itu perlu adanya pelatihan menulis secara teratur bagi setiap individu yang ingin selalu

Ungkapan Cinta yang Sulit Terucap.

Oleh: Khusniatul Latifah Ibu... Engkau adalah seorang wanita tegar yang pernah aku miliki... Engkau tak pernah mengeluh dikala kesusahan melanda Ibu.... Yang tak seharusnya aku mengungkap rasa sayang dan cinta dihari ini saja... Karena sejatinya ungkapan kasih sayang yang seharusnya setiap hari kulontarkan untukmu... Ibu.... Maaf jika raga ini terlalu jauh darimu Sehingga mengungkap rasa sayang pun aku merasa canggung Tetapi bibir ini takkan pernah lelah mengungkap bahwa diri ini benar-benar menyayangimu Ibu....

Bangun Solidaritas, Fakultas Pertanian Adakan Ospek.

Salah satu mahhasiswa intelektual yang diapresiasi oleh panitia Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dalam membangung solidaritas mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ulum AA Kampus 1 UIJ. (28/9) Ketua panitia ospek Riski Miftahul Ulum menjelaskan bahwa,   alasan diadakannya Ospek adalah untuk membangun solidaritas mahasiswa . Selain itu menurut   dia,   kegiatan tersebut dapat menyambung silaturahmi organisasi yang terdapat di fakultas pertanian. "Untuk mempererat tali  silaturohmi dari  BEM fakultas, HMP, dan juga mahasiswa baru mas" ujarnya. Riski juga menjelaskan, proses ospek tersebut berisi materi tentang pengenalan fakultas, prodi, dan kepemimpinan. Adapun narasumber yang dihadirkan kata dia,   meliputi dekan pertanian, kepala prodi Agroteknologi Pertanian, kepala prodi Agribisnis Pertanian, serta alumni. "Terkait faku