Langsung ke konten utama

KENYATAAN YANG TAK SESUAI DENGAN HARAPAN


Oleh: Helyatul Mubayyinah

            Musyawarah merupakan sebuah kata Syawara yang dalam bahasa Arab memilik makna negosiasi, konsultasi dan mengajukan sesuatu. Pengertian dari musyawarah sendiri adalah sebuah perundingan yang dilakukan secara bersama-sama diantara dua orang atau lebih dengan tujuan untuk mencapai sebuah keputusan bersama yang terbaik. Musyawarah sendiri juga berupa sebuah pengambilan keputusan yang dilakukan secara bersama-sama yang sebelumnya juga telah disepakati secara bersama-sama dalam memecahkan sebuah masalah. Cara dalam sebuah pengambilan keputusan bersama tersebut sengaja dibuat terkait dengan kepentingan masyarakat luas ataupun orang banyak.
            Di dalam al-Qur`an, musyawarah disandingkan sejajar dengan shalat dan infak. Allah s.w.t. berfirman: "Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka." (QS al-Syûrâ [42]: 38). Lewat ayat ini, Allah s.w.t. mengingatkan bahwa musyawarah adalah sesuatu yang setara dengan ibadah ritual. Bahkan Allah lalu menyematkan musyawarah dalam perintah-Nya yang menyebutkan hal-hal wajib: shalat, musyawarah, dan infak.
            Dalam agama Islam, musyawarah adalah sebuah landasan hidup yang harus dipegang teguh baik oleh para pemimpin maupun oleh rakyat jelata. Para pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menerapkan musyawarah dalam kebijakan politik, pemerintahan, hukum, dan berbagai hal yang berhubungan dengan masyarakat luas. Sementara rakyat memiliki tanggung jawab untuk menjadikan musyawarah sebagai wahana penyampaian aspirasi mereka kepada penguasa.
            Seperti layaknya di Universitas Islam Jember yang menerapkan sistem musyawarah dalam menentukan ketetapan-ketetapannya, dengan tujuan untuk mendapatkan suatu kesepakatan bersama.  Seperti halnya ketetapan yang disepakati bahwasanya 1% dari spp mahasiswa UIJ akan direalisasikan untuk kegiatan UKM UIJ dan jika dinominalkan ± sebesar Rp 3000.000,00 perbualnnya. Namun sangat disayangkan hal tersebut tidak dapat direalisasikan dengan baik, Seperti yang dikutip dalam berita BUMI edisi VII  telah dijelaskan tentang pernyataan antara kabag kemahasiswaan dengan kabag keuangan yang tidak relevan. Kabag keuangan menyatakan bahwa jika ketetapan tersebut telah berjalan semanamestinya, namun pada nyatanya yang di lontarkan oleh kabag kemahasiswaan bertolak belakang dengan pernyataan yang telah ada sebelumnya dari pihak keuangan.  

            Dengan demikian, dengan diadakannya musyawarah akan memberikan titik terang terhadap ketetapan yang akan ditentukan. Disamping itu musyawarah juga memberi keuntungan kepada semua pihak yang bersangkutan. Musyawarah yang telah ditentukan bersama dan dilaksanakan dengan kinerja yang baik, akan menghasilkan hasil yang sebagaimana mestinya.

Komentar

Popular Post

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Pentingnya Menulis Bagi Mahasiswa

  Oleh: Riski Miftahul Ulum Pentingnya menulis dari kalangan mahasiswa bukan hanya diperuntukkan dalam proses penggarapan skripsi. Menulis juga menjadi hal yang harus ditelateni dalam pembuatan makalah, jurnal penelitian, laporan penelitian, proposal kegiatan dan penelitian, dan lain-lain. Hasil karya tulis seorang mahasiswa merupakan wujud dari kreativitas dan pengetahuan mereka, yaitu bagaimana mereka menyajikan tulisan mereka dalam bentuk makalah, skripsi, proposal penelitian, dan lain sebagainya. Karya tulis telah menempati kedudukan yang fenomenal terutama bagi kalangan pelajar. Sebagian besar di antara mereka beranggapan menulis tidak hanya sebatas membuat skripsi, makalah, jurnal penelitian, dan tugas-tugas kuliah lainnya. Apabila menulis hanya dilakukan saat ada tugas kuliah, maka dimungkinkan adanya kesulitan bahkan kesalahan pada saat pembuatan tugas-tugas tersebut. Karena itu perlu adanya pelatihan menulis secara teratur bagi setiap individu yang ingin selalu

Ungkapan Cinta yang Sulit Terucap.

Oleh: Khusniatul Latifah Ibu... Engkau adalah seorang wanita tegar yang pernah aku miliki... Engkau tak pernah mengeluh dikala kesusahan melanda Ibu.... Yang tak seharusnya aku mengungkap rasa sayang dan cinta dihari ini saja... Karena sejatinya ungkapan kasih sayang yang seharusnya setiap hari kulontarkan untukmu... Ibu.... Maaf jika raga ini terlalu jauh darimu Sehingga mengungkap rasa sayang pun aku merasa canggung Tetapi bibir ini takkan pernah lelah mengungkap bahwa diri ini benar-benar menyayangimu Ibu....

Bangun Solidaritas, Fakultas Pertanian Adakan Ospek.

Salah satu mahhasiswa intelektual yang diapresiasi oleh panitia Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dalam membangung solidaritas mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ulum AA Kampus 1 UIJ. (28/9) Ketua panitia ospek Riski Miftahul Ulum menjelaskan bahwa,   alasan diadakannya Ospek adalah untuk membangun solidaritas mahasiswa . Selain itu menurut   dia,   kegiatan tersebut dapat menyambung silaturahmi organisasi yang terdapat di fakultas pertanian. "Untuk mempererat tali  silaturohmi dari  BEM fakultas, HMP, dan juga mahasiswa baru mas" ujarnya. Riski juga menjelaskan, proses ospek tersebut berisi materi tentang pengenalan fakultas, prodi, dan kepemimpinan. Adapun narasumber yang dihadirkan kata dia,   meliputi dekan pertanian, kepala prodi Agroteknologi Pertanian, kepala prodi Agribisnis Pertanian, serta alumni. "Terkait faku