Langsung ke konten utama

“Arti waktu dalam Sebuah WaHubungan”

Berawal dari sebuah kebersamaan dan pada akhirnya berubah menjadi sebuah hubungan. Inilah hubungan kita yang terkadang selalu merasa bahagia, sedih, pertengkaran, semua kita lalui bersama. Namun, semuanya telah berubah ketika hubungan ini sudah berjalan selama satu tahun lebih. Tidak seperti apa yang telah kita lakukan dulu. Bahkan, sampai ke permasalahan yang tak pernah kusangka sebelumnya.
Tepatnya pada hari Senin malam dia menuliskan sebuah surat yang berisikan bahwa, dia ingin mengakhiri hubungan kita dikarenakan beberapa alasan yang tidak pernah kusangka sebelumnya. Aku masih butuh waktu untuk menjawab semua itu. Tiap harinya tak pernah henti untuk kuteteskan air mataku. Entah mengapa hatiku masih berat untuk memutuskan semua ini.
Namun, bagaimana lagi aku harus memutuskan kepastian dari jawabanku. Apakah aku harus melanjutkan atau memutuskan hubunganku?
Dua hal yang membuatku bingung, sampai aku berfikir bahwa aku harus meninggalkan kota Jember agar tidak bertemu dengannya. Namun, dua minggu kemudian, setelah aku berfikir lama akhirnya aku memutuskan untuk menjawab semua itu. Tepatnya hari Senin malam pukul 08.00, aku menjawab semua itu. Jawabanku adalah aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini karena aku yakin jika aku tetap melanjutkan hubungan ini, semuanya tidak akan sempurna seperti dulu lagi. Ketika aku mengatakan semua itu, dia malah tidak ingin aku putus dengannya. Dia menginginkan agar aku tetap melanjutkan hubungan kita.
Dia berkata, “Jangan tinggalkan aku, aku tidak ingin kita berpisah, aku ingin kita melanjutkan hubungan kita dan kembali seperti yang dulu. Aku sangat kaget dan terkejut mendengar apa yang dia katakan. Karena, semua itu tidak sesuai apa yang dia katakan sebelumnya padaku selama ini. Sebenarnya, semua alasan yang dia katakan padaku bahwa dia ingin merubahku menjadi lebih baik lagi, dan dia merasa bahwa dia kurang pantas untuk menjadi pendamping hidupku.
Akhirnya, aku memilih untuk melanjutkan hubungan kita. Namun, kita juga membuat kesepakatan akan bersama-sama brjanji akan berubah menjadi lebih baik lagi dan tidak akan kembali seperti dulu lagi.
Itulah hubungn kita yang sampai saat ini masih kita jalani. Tak pernah lupa untuk selalu berdoa, agar aku bisa berjodoh dengannya dan bisa menjadikannya pemimpin dalam keluargaku nanti.             
  

                                                                                       By : Ulya Maulani Subhan

Komentar

Popular Post

Muatkah Gedung UIJ Menampung Mahasiswa Baru?

  Sumber: Freepik.com Oleh: Fathur Rozi Sekedar informasi   bahwa pada tanggal 26 juli 2021 Universitas Islam Jember (UIJ) mengadakan pendaftaran Calon Mahasiswa Baru (CAMABA) penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah dengan peserta sekitar 386 . Jumlah tersebut tentunya akan semakin lebih banyak lagi karena ada seleksi lagi gelombang kedua pada bulan agustus besok, belum lagi dengan pendaftar mandiri. Sehingga jumlah mahasiswa di kampus hijau ini akan jauh lebih banyak. Namun, jika kita lihat ke belakang saat kuliah tatap muka masih berlangsung, banyak mahasiswa yang kekurangan tempat belajar. Sampai mondar-mandir mencari ruangan, karena tidak memiliki ruang kelas. Terkadang mereka harus pindah ruangan karena ruangan yang ditempati milik mahasiswa prodi lain atau bahkan sebaliknya. Okelah , mungkin saat ini pembelajaran sering dilakukan secara online, atau jarak jauh, sehingga mahasiswa jarang berkunjung ke kampus UIJ sehingga gedungnya nampak sepi. Oleh karena itu,

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah UIJ Wajib bayar Rp.750000

    Antre: Kantor Keuangan dipenuhi camaba untuk pembayaran daftar ulang, Senin(7/9) di Kantor Keuangan Fotografer: Imam Nawawi           Calon Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIJ (Universitas Islam Jember) wajib bayar Rp. 750.000 untuk Daftar Ulang agar memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). hal tersebut di ungkapkan Rektor UIJ, Senin (7/8) di ruangannya.   Rektor UIJ Abdul Hadi mengungkapkan bahwa calon Penerima Beasiswa KIP-Kuliah diharuskan membayar sebesar Rp.750.000 untuk daftar ulang. Sehingga kata dia, mereka memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan seragam." Terkait Jaket, jas dan lain sebagainya siapa yang bayari, PK2 dan kaos nanti gimana, karena daftar ulang dulu biar dapat Nomor Induk Mahasiswa. kalo memang benar tidak mampu silahkan datang saja, biar UIJ yang urus," ujarnya kepada Reporter Mitra.   Selain itu, Hadi juga mengatakan hal tersebut agar mereka mampu mempertanggung jawabkan atas beasiswa yang akan me

Bangun Solidaritas, Fakultas Pertanian Adakan Ospek.

Salah satu mahhasiswa intelektual yang diapresiasi oleh panitia Fotografer: Imam Nawawi Mitra_ Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dalam membangung solidaritas mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ulum AA Kampus 1 UIJ. (28/9) Ketua panitia ospek Riski Miftahul Ulum menjelaskan bahwa,   alasan diadakannya Ospek adalah untuk membangun solidaritas mahasiswa . Selain itu menurut   dia,   kegiatan tersebut dapat menyambung silaturahmi organisasi yang terdapat di fakultas pertanian. "Untuk mempererat tali  silaturohmi dari  BEM fakultas, HMP, dan juga mahasiswa baru mas" ujarnya. Riski juga menjelaskan, proses ospek tersebut berisi materi tentang pengenalan fakultas, prodi, dan kepemimpinan. Adapun narasumber yang dihadirkan kata dia,   meliputi dekan pertanian, kepala prodi Agroteknologi Pertanian, kepala prodi Agribisnis Pertanian, serta alumni. "Terkait faku

Telah dimulai! Seleksi Gelombang Pertama CAMABA Penerima KIP UIJ secara Daring

  Fokus: Pelaksanaan seleksi camaba penerimaan KIP secara daring berlangsung Fotografer: Zaenab Nur Hafila Mitra _ Seleksi C alon M ahasiswa B aru ( CAMABA ) P enerima K artu I ndonesia P intar (KIP) Universitas Islam Jember (UIJ) telah di mulai . Dalam seleksi pertama ini berlangsung selama dua hari secara daring (dalam jaringan). Senin ( 26/07) Qurtubi selaku Wakil Rektor I mengungkapkan bahwasannya tahap pelaksnaan seleksi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. “…teknis pelaksanaan seleksinya berbeda dengan tahun sebelumnya, karena sekarang murni daring semua sedangkan tahun lalu kita hadirkan mahasiswa…” Ungkapnya. Seleksi pertama ini, mahasiswa yang terdaftar dalam SIM KIP UIJ sebanyak 386 mahasiswa. “Untuk jumlah pendaftar dulu kita lebih dari 480, hari ini pendaftar di SIM KIP - nya kita 386 per hari ini” Jelas Indri salah satu Staf Kemahasiswaan UIJ . Ia memaparkan, jumlah pada gelombang pertama ini belum menentukan perbandingan antara tahun kemar i n dan tahun i